Sekda Bondowoso Pastikan Tak Ada Rangkap Jabatan, 41 Pejabat Resmi Tempati Posisi Baru
Sekda Bondowoso Fathur Rozi memastikan tidak ada lagi pejabat yang merangkap jabatan usai pelantikan 41 pejabat administrator dan pengawas. Pemkab juga akan mengisi jabatan kosong secara bertahap serta menyiapkan pengisian Eselon II melalui Sistem Manajemen Talenta (SIMATA).
BONDOWOSO, SJP – Setelah melakukan penyegaran birokrasi melalui pelantikan puluhan pejabat administrator dan pengawas, Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso Fathur Rozi memastikan penataan organisasi telah dilakukan secara matang. Salah satu yang menjadi perhatian ialah tidak adanya lagi pejabat yang merangkap dua jabatan setelah pelantikan tersebut.
Penegasan itu disampaikan Fathur Rozi usai pelantikan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam jabatan administrator dan pengawas yang dipimpin langsung Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, Kamis (9/7/2026).
Menurutnya, mutasi dan promosi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat efektivitas birokrasi sekaligus memastikan setiap organisasi perangkat daerah memiliki struktur yang lebih ideal.
Fathur Rozi mengungkapkan, sebanyak 41 pejabat masuk dalam proses mutasi dan promosi kali ini. Mereka terdiri atas 15 pejabat administrator (Eselon III) dan 26 pejabat pengawas (Eselon IV). Seluruhnya telah ditetapkan melalui surat keputusan dan kini resmi menjalankan tugas pada jabatan masing-masing.
"Sudah tidak ada lagi yang merangkap jabatan. Semua penempatan sudah ditata sesuai kebutuhan organisasi sehingga masing-masing pejabat bisa fokus menjalankan tugasnya," ujar Sekda kepada wartawan usai pelantikan.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah jabatan lurah yang belum terisi. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena proses pengisian dilakukan secara bertahap sembari menunggu terbitnya Pertimbangan Teknis (Pertek) dari pemerintah pusat.
"Masih ada beberapa jabatan yang kosong, khususnya di kelurahan. Itu nanti akan diisi bertahap setelah Pertek turun," jelasnya.
Sekda juga mengungkapkan, Pemkab Bondowoso telah menyiapkan mekanisme baru dalam pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama atau Eselon II. Berbeda dengan sebelumnya yang menggunakan seleksi terbuka (open bidding), pengisian jabatan nantinya direncanakan melalui Sistem Manajemen Talenta (SIMATA).
Menurutnya, sistem tersebut memungkinkan pemerintah daerah menempatkan pejabat berdasarkan kompetensi, rekam jejak, serta potensi yang dimiliki, sehingga proses pembinaan karier aparatur sipil negara menjadi lebih terukur.
Lebih lanjut, Fathur mengatakan Bupati Abdul Hamid Wahid telah memberikan arahan kepada seluruh pejabat yang baru dilantik agar menjadikan mutasi dan promosi sebagai dinamika yang wajar dalam birokrasi.
Para pejabat diminta tidak berpuas diri maupun berkecil hati, tetapi segera beradaptasi, membangun inovasi, serta memperkuat koordinasi antarpangkat daerah demi meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Ia menambahkan, beberapa pejabat yang belum mengikuti pelantikan tetap telah dipersiapkan sesuai kebutuhan organisasi.
"Salah satunya, Sekretaris Disparbudpora yang kini sudah dapat langsung menjalankan tugas setelah resmi dilantik. Sementara pejabat lama telah menerima Surat Keputusan pengangkatan sebagai sekretaris (di OPD lain), namun pelantikannya akan dilaksanakan pada tahapan berikutnya sesuai agenda Pemerintah Kabupaten Bondowoso," tandasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

