Posyandu Kucing di Lamongan, Antrean Anabul untuk Pemeriksaan Kesehatan

Kemeriahan acara Posyandu Kucing Gratis di Alun-Alun Lamongan dalam rangka memperingati Hari Jadi Lamongan ke-457. Menyoroti antusiasme warga dan keunikan interaksi para pemilik kucing saat mengantrekan hewan peliharaan mereka demi mendapatkan fasilitas kesehatan gratis dari pemerintah daerah.

12 Jul 2026 - 08:01
Posyandu Kucing di Lamongan,  Antrean Anabul untuk Pemeriksaan Kesehatan
Ilustrasi: Gemini AI

LAMONGAN, SJP – Suasana Alun-Alun Lamongan mendadak berubah menjadi arena peragaan busana sekaligus ajang adu gengsi antar-kucing pada Minggu (5/7/2026) pagi. Bukan tanpa alasan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan menggelar agenda Posyandu Kucing Gratis demi memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Lamongan (HJL) ke-457.

Berbeda dengan posyandu pada umumnya yang riuh oleh suara tangisan bayi, posyandu kali ini dipenuhi oleh paduan suara meongan dari berbagai nada, mulai dari yang manja hingga yang terdengar seperti sedang protes. Para pemilik kucing yang biasa disebut cat pawrents, tampak telaten menggendong "majikan berbulu" mereka demi mendapatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan, pengobatan, hingga konsultasi gratis.

Menariknya, persaingan untuk mendapatkan kuota sehat ini terbilang cukup sengit di dunia perkucingan Lamongan. Panitia membatasi kuota hanya untuk 100 ekor kucing beruntung. Tak hanya itu, demi menghindari adanya monopoli kuota oleh para kolektor anabul, aturan ketat diberlakukan: satu KTP warga hanya berlaku maksimal untuk dua ekor kucing.

Peraturan ini kabarnya sempat memicu "ketegangan internal" di beberapa rumah warga yang memelihara banyak kucing, memaksa para pemilik melakukan seleksi alam demi memilih siapa dua perwakilan terbaik yang berhak berangkat ke alun-alun.

Pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul lucu, melainkan upaya serius untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesejahteraan hewan peliharaan. Kendati tidak ada pembagian bubur kacang hijau gratis seperti posyandu manusia, para pemilik kucing pulang dengan senyum lebar setelah memastikan peliharaan mereka bebas dari penyakit.

Acara ini membuktikan bahwa di Lamongan, yang berhak mendapatkan jaminan kesehatan prima bukan cuma manusia, tapi juga para penangkap tikus rumahan yang sering kali lebih galak daripada pemilik rumahnya. (**)

Editor: Danu 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow