Bupati Bondowoso Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik
Pemkab Bondowoso melantik pejabat administrator dan pengawas sebagai bagian dari penguatan reformasi birokrasi. Bupati Abdul Hamid Wahid menegaskan jabatan adalah amanah serta meminta pejabat meningkatkan integritas, kinerja, kolaborasi, pelayanan publik, dan adaptasi terhadap transformasi digital.
BONDOWOSO, SJP – Pemerintah Kabupaten Bondowoso kembali melakukan penyegaran birokrasi melalui pelantikan dan pengambilan sumpah/janji 41 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam jabatan administrator dan pengawas, Kamis (9/7/2026). Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Pelantikan tersebut bukan sekadar pengisian jabatan struktural, melainkan upaya mempercepat terwujudnya birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil. Pemerintah Kabupaten Bondowoso menilai penempatan pejabat yang tepat menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas pelaksanaan program pembangunan di seluruh perangkat daerah.
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan, mutasi, rotasi, maupun promosi jabatan merupakan mekanisme yang lazim dalam organisasi pemerintahan. Kebijakan tersebut dilakukan secara objektif berdasarkan kebutuhan organisasi serta kompetensi aparatur sipil negara, sehingga diharapkan mampu menghadirkan semangat baru dalam meningkatkan kinerja pemerintahan.
Menurut bupati yang karib disapa Ra Hamid ini, setiap jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata. Karena itu, pejabat yang baru dilantik diminta segera beradaptasi dengan lingkungan kerja, memahami tugas pokok dan fungsi, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam arahannya, orang nomor satu di Bumi Ki Ronggo ini menekankan, jabatan bukanlah hak yang melekat pada seseorang, melainkan ruang pengabdian untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. Ia mengingatkan seluruh pejabat agar memandang mutasi dan promosi sebagai bagian dari proses pembinaan karier aparatur sekaligus penyegaran organisasi.
"Mutasi, rotasi, dan promosi merupakan hal yang wajar dalam birokrasi. Jabatan bukan hak pribadi, tetapi amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab," ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan.
Untuk mendukung terwujudnya visi Bondowoso "Berkah" (Berkualitas, Akseleratif, dan Holistik), Ra Hamid memberikan lima arahan strategis kepada pejabat administrator dan pengawas. Pertama, menjaga integritas dengan tidak menyalahgunakan kewenangan serta tetap menjunjung tinggi kejujuran dalam bekerja.
Kedua, meningkatkan kinerja melalui target yang jelas, disertai inovasi dan kreativitas dalam menyelesaikan berbagai persoalan pelayanan publik. Ketiga, memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarseluruh perangkat daerah agar program pembangunan dapat berjalan lebih efektif.
Selain itu, ia meminta seluruh pejabat menghadirkan pelayanan publik yang cepat, ramah, responsif, dan mampu memberikan solusi terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kualitas pelayanan menjadi wajah utama pemerintah daerah di mata masyarakat.
Arahan terakhir yang disampaikan ialah pentingnya meningkatkan kapasitas diri melalui pembelajaran berkelanjutan.
"Aparatur pemerintah harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan transformasi digital agar pelayanan pemerintahan semakin efektif dan efisien," tegasnya.
Kepada para kepala perangkat daerah, Bupati Bondowoso juga meminta agar memberikan pendampingan, pembinaan, dan ruang bagi pejabat yang baru dilantik untuk bekerja secara optimal dalam lingkungan yang profesional. Dukungan pimpinan dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan budaya kerja yang sehat dan produktif.
"Promosi jabatan tidak boleh melahirkan sikap berlebihan, sementara mutasi tidak seharusnya dipandang sebagai kemunduran. Tolong diingat, ukuran keberhasilan seorang aparatur bukan ditentukan oleh posisi yang ditempati, melainkan oleh besarnya manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat," pesannya.
"Saya berharap pelantikan ini menjadi momentum lahirnya semangat baru bagi seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk terus memperkuat reformasi birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan mendukung percepatan pembangunan daerah menuju Bondowoso yang semakin maju dan berdaya saing," tandasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

