Akibat Lalai saat Bakar Sampah, Musala di Nganjuk Hangus Dilalap Si Jago Merah

Sebuah musala di Dusun Lobeser Timur, Desa Baron, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, dilaporkan hangus terbakar pada Minggu (12/7/2026) siang.

12 Jul 2026 - 18:40
Akibat Lalai saat Bakar Sampah, Musala di Nganjuk Hangus Dilalap Si Jago Merah
Petugas Damkar Tanjunganom tiba dilokasi kebakaran mushola (Foto: Dokumentasi Humas Damkar)

NGANJUK, SJP – Kelalaian dalam membakar sampah kembali memicu peristiwa kebakaran. Musala di Dusun Lobeser Timur, Desa Baron, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, dilaporkan hangus terbakar pada Minggu (12/7/2026) siang.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, sesaat setelah pemilik mushola, Arif Mustopa (55), selesai melaksanakan ibadah salat Duhur. Arif diketahui membakar tumpukan sampah di area belakang mushola. Diduga merasa aman, ia kemudian meninggalkan lokasi bakaran tersebut untuk pulang ke rumahnya yang berada tak jauh dari musala guna menyantap makan siang.

Nahas, kondisi cuaca yang cerah dan berangin membuat kobaran api dari bakaran sampah cepat membesar dan merembet ke bagian atap musala. Sekitar pukul 13.50 WIB, seorang warga setempat bernama Bagas yang hendak menuju mushola terkejut melihat kobaran api sudah membubung tinggi di atas atap bangunan.

"Bagas langsung berteriak histeris meminta tolong dan memberi tahu Arif. Mengetahui musalanya terbakar, warga sekitar langsung bergotong-royong mencoba memadamkan api dengan alat seadanya sembari menghubungi pihak pemadam kebakaran," ujar salah satu personel di lapangan

Petugas Damkar Kabupaten Nganjuk pada pukul 14.09 WIB. Menerima laporan tersebut, Regu Siaga 1 dari Pos Damkarmat Tanjunganom langsung bergerak cepat menerjunkan armada ke lokasi.

Saat Petugas tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 14.17 WIB dan langsung melakukan lokalisir serta pemadaman secara intensif. Berkat kesigapan petugas bersama warga sekitar, api berhasil dijinakkan secara total dan dinyatakan aman pada pukul 14.43 WIB.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Namun, bangunan mushola mengalami kerusakan parah pada bagian atap dengan taksiran kerugian materi mencapai kurang lebih Rp15 juta.

Pasca-pemadaman, petugas Damkar Tanjunganom tidak hanya memastikan area benar-benar kondusif, tetapi juga memberikan edukasi dan sosialisasi langsung kepada warga sekitar mengenai bahaya membakar sampah sembarangan, terutama saat cuaca terik dan berangin. Warga diimbau untuk selalu mengawasi aktivitas pembakaran agar kejadian serupa tidak terulang kembali.(*)

Editor: Danu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow