Republik Durian Farm Blitar: Inspirasi yang Tumbuh pada Keheningan Masa Pandemi

Cerita menarik di balik lahirnya Republik Durian Farm, surga durian yang tersembunyi di Blitar. Sebuah kisah yang tak berujung dengan obsesi besar penggagasnya.

25 May 2025 - 09:05
Republik Durian Farm Blitar: Inspirasi yang Tumbuh pada Keheningan Masa Pandemi
Anna Lufie, pemilik Republik Durian bersama koleganya. (Foto: dokumentasi pribadi, desain: Tiwa)

BLITAR, SJP - Republik Durian Farm di Dusun Sendung, Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar bukan sekadar kebun durian. Ia adalah perwujudan tekad Anna Lutfie, pria kelahiran Blitar yang sempat menjajal kursi DPRD Jawa Timur namun gagal melenggang ke Senayan pada Pemilu Legislatif 2014. Alih-alih tenggelam dalam kekecewaan, Lutfie justru menengok ke belakang, ke tanah masa kecilnya, ke dunia yang telah membentuknya sejak dini: pertanian.

Kegagalan di panggung politik menjadi titik balik. Dari ruang rapat dan parlemen, ia berpindah ke ladang dan lereng, membawa serta semangat membangun dari bawah. 

Di tahun-tahun awal pasca-kegagalannya, ia mencoba menanam 300 pohon durian montong di Wonosalam, Jombang. Namun karena harus pergi ke Jakarta, pohon-pohon itu terbengkalai dan sebagian besar mati. “Siapa pun yang menanam tanpa kasih sayang, jangan harap bisa panen,” kenangnya getir.

Inspirasi yang Beriringan dengan Pandemi Covid-19

Pelajaran berharga itu tak dilupakan. Saat pandemi Covid-19 datang awal 2020, dunia melambat, dan Lutfie pun kembali ke tanah kelahirannya di Blitar. Di dusun kecil bernama Sendung, ia mulai menanam ulang. Kali ini bukan hanya dengan pupuk dan air, tetapi dengan perhatian, kesabaran, dan waktu. Ia menanam ratusan pohon durian musangking, black thorn, tembaga, dan bawor di lahan seluas hampir 3 hektar yang tersebar di 11 titik. Setiap titik terdiri dari sekitar 100 pohon.

Republik Durian Farm lahir dari keheningan masa pandemi, ketika interaksi antar manusia dibatasi, dan manusia mulai kembali bercengkerama dengan alam. 

Di kebunnya yang sunyi, Lutfie merawat durian layaknya anak sendiri. Menyiram, memangkas, memupuk, melindungi dari hama, dan bahkan berbicara pada pohon-pohon itu. Ia percaya, durian yang ditanam dan dirawat dengan cinta akan membalas dengan rasa yang tak biasa.

Empat tahun berselang, keyakinan itu terbukti. Menjelang akhir 2024, kebun duriannya mulai panen. Ratusan pohon berbuah serempak. Durian black thorn, yang dianggap sebagai primadona, menjadi magnet bagi para penikmat durian dari berbagai penjuru. 

Satu pohon bisa menghasilkan hingga 30 buah dengan total berat mencapai 80 kilogram. Setiap buah tak kurang dari 2 kilogram bobotnya, mengandung cita rasa manis, legit, dan berlapis aroma yang khas.

Kembangkan Integrated Farming 

Saat ini, Lutfie tengah fokus mengembangkan integrated farming atau sistem pertanian terpadu. Konsep ini menekankan One Zone Ten Product yang berarti satu kawasan memiliki sepuluh produk. 

Komoditas utamanya tetap buah durian premium. Produk kedua yang sedang dikembangkan, kolam ikan dengan sistem bioflok. Menurut Lutfie, keberadaan sumber air sangat penting dengan pengembangan kebun durian. Artinya, perkembangan pohon durian di kebunnya sangat bergantung dengan ketersediaan air.

Setidaknya, ada 25 kolam ikan dengan sistem bioflok yang akan dipasang di kebun durian miliknya. Setiap satu kolam ikan akan memenuhi kebutuhan air dan nutrisi empat pohon durian. Jenis ikan yang dipelihara, seperti ikan lele, ikan nila, dan ikan patin untuk dikembangkan di kolam bioflok.

"Kolam ini tidak hanya memenuhi kebutuhan air pohon durian, tetapi juga memenuhi 20 persen kebutuhan pupuk untuk pohon durian," terang dia.

Anna juga akan mendirikan warung dengan bangunan gazebo-gazebo di sekeliling kebun durian. Menu warung merupakan hasil panen dari kolam ikan yang diolah dengan berbagai jenis menu makanan dan ini merupakan produk ketiga yang ia rencanakan.

Konsep keempat, di lokasi kebun durian juga akan dibuat peternakan kambing yang bisa menghasilkan pupuk. Serta mendukung kebutuhan warung yaitu menu masakan olahan daging kambing. Rencananya, ada 50 - 100 ekor kambing yang dikembangkan di kebun. Kandangnya ditempatkan di tepi kebun durian.

Secara bertahap, ia juga akan mendirikan pusat studi tentang durian di kebun Republik Durian Farm. Nantinya akan dibangun kelas-kelas kawasan kebun sebagai tempat belajar mengenai durian, untuk pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum.

"Kami akan adakan semacam pelatihan singkat, tentang budidaya durian premium," jelasnya.

Konsep keenam berupa industri pasca-panen. Buah durian premium akan dibuat menjadi produk olahan, seperti kue basah, kue kering, aneka minuman dan makanan. Maka, ada pabrikan olahan makanan minuman yang merupakan turunan dari durian.

Selanjutnya, akan dibuat sentra kuliner yang menjadi tempat penjualan hasil olahan dari kebun dan mengakomodir aneka makanan khas Blitar.

Jika, ketujuh konsep itu bisa dijalankan, maka kawasan Republik Durian Farm bisa menjadi kawasan wisata petik durian plus yang dilengkapi beberapa produk pendukung.

"Konsep yang kesembilan, saya ingin mendirikan institusi mikro berbasis syariah. Jadi, bisa berbentuk koperasi syariah atau korporasi atau koperasi multi pihak," tuturnya.

Terakhir, konsep ke sepuluh, Lutfie berharap bisa mendirikan SMK jurusan perkebunan khususnya durian di Republik Durian Farm.

Dari 10 konsep yang direncanakan Lutfie, sudah ada beberapa konsep yang dijalankan. Misalkan, untuk wisata petik durian sudah dibuka, kolam ikan dengan sistem bioflok sudah ada, dan termasuk beberapa produk olahan turunan dari durian seperti jus, opak gambir juga sudah mulai dikembangkan.

Obsesi Lutfie: Sulap Sendung sebagai Kampung Durian

Adik kandung Anas Urbaningrum ini juga berencana menjadikan Dusun Sendung, Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar menjadi kampung durian. Bagi warga yang memiliki lahan (pekarangan) diajak untuk menanam pohon durian dan bisa menanamkan sahamnya di kampung durian. Artinya, kampung durian nanti bukan menjadi kepemilikan pribadi, tetapi menjadi milik warga Dusun Sendung, Desa Ngaglik.

"Luas lahan di sini 90 hektar, 40 persen sawah dan 50 hektar perkampungan. Kami mengajak semua warga yang punya pekarangan untuk menanam, kalau semua bisa ini menjadi satu-satunya di Indonesia, sebuah kampung durian. Ini sudah kita mulai, tapi belum merata, kami juga sudah membuat PT untuk mewujudkan kampung durian disini," ungkapnya.

Lutfie memiliki motivasi yang kuat untuk mengembangkan kampung durian di Sendung. Mulai dari perang terhadap kemiskinan, perang terhadap pengangguran, juga mewujudkan petani kelas dunia, serta memberikan alternatif profesi bagi anak muda. Dia berharap sejumlah konsep dan keinginannya untuk mengembangkan Republik Durian Farm bisa terwujud pada tahun 2025 ini.

Selain itu, prospek dari budidaya pohon durian, bagi Lutfie tidak main-main. Jika menanam 100 pohon dalam 5 tahun, ketika diasumsikan per pohon berbuah minimal 30 buah, menghasilkan cuan minimal Rp9 juta. Penghasilan ini bisa lebih tinggi yang disesuaikan dengan jenis dan harga dari buah durian itu sendiri.

"Minimal harganya 1 kilogram Rp150 ribu dan rata-rata per buah itu 2 kilogram. Jadi kan per buah Rp300.000 dikalikan satu pohon yang berbuah 30 biji, sudah menghasilkan Rp9 juta," terangnya.

Tak hanya itu saja, pohon durian bisa bertahan selama 80 tahun, jika ditanam dan dirawat dengan sungguh-sungguh. Pohon yang dirawat dengan penuh kasih sayang akan menghasilkan buah dengan kualitas premium, rasa yang lezat dan cita rasa yang tak tertandingi. 

Kini, Republik Durian bukan hanya dikenal sebagai tempat berburu durian premium di Blitar, tapi juga sebagai simbol perjuangan, ketekunan, dan keberanian untuk mulai kembali dari nol. Dari gagal di politik, tumbuh sebuah republik kecil. Bukan di gedung parlemen, tapi di antara batang durian dan harum tanah basah yang menjadi bukti bahwa mimpi bisa tumbuh subur, asal ditanam di tanah yang benar, dengan hati yang penuh cinta. (*)

Editor : Danu S

Jejak Inspirasi 'Republik Durian Farm Blitar: 

Menjelajahi Republik Durian Farm Blitar: Destinasi yang Menggabungkan Alam, Rasa, dan Inovasi

Republik Durian Farm Blitar: Inspirasi yang Tumbuh pada Keheningan Masa Pandemi

Sosok Anna Lutfie: Transformasi dari Anggota Legislatif Menjadi Presiden Republik Durian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow