Sosok Anna Lutfie: Transformasi dari Anggota Legislatif Menjadi Presiden Republik Durian

Anna Lutfie, penggagas Republik Durian Farm bukan nama asing di Jawa Timur. Ia pernah menduduki kursi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur periode 2009-2014. Namun, kegagalannya melangkah ke Senayan pada Pemilu 2014 menjadi titik balik dalam hidupnya. 

25 May 2025 - 09:01
Sosok Anna Lutfie: Transformasi dari Anggota Legislatif Menjadi Presiden Republik Durian
Selain sempat menjabat anggota DPRD Jatim, Anna Lutfie juga aktif di berbaga organisasi di Jawa Timur. (Foto: Ninda Kinanti/SJP, desain: Tiwa)

BLITAR, SJP - Di tengah rimbun pohon-pohon durian di Dusun Sendung, Blitar, seorang pria berkacamata berjalan menyusuri barisan tanaman dengan langkah tenang. Dialah Anna Lutfie, pria kelahiran Blitar, 17 Mei 1973, yang dulu dikenal sebagai politisi, kini menjelma menjadi petani durian dan penggagas Republik Durian Farm.

Sosok Organisatoris 

Lutfie menempuh pendidikan sejak SD-SMA sederajat di wilayah Blitar. Saat SD, ia bersekolah di SDN Ngaglik II, dilanjutkan SMPN 1 Srengat lalu di MAN Tlogo Blitar.

Jenjang pendidikan selanjutnya di Kota Surabaya. Lutfie kuliah S1 di IAIN Sunan Ampel Surabaya dan S2 di Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya. 

Adik Anas Urbaningrum - mantan ketua DPP Partai Demokrat - ini juga bergabung dalam beberapa organisasi. Lutfie pernah menjabat Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Surabaya, Ketua Karangtaruna Jawa Timur, hingga Ketua BM PAN Jawa Timur. 

Tutup Semua Bisnis setelah Menjadi Anggota DPRD Jatim 

Ia mulai tertarik merambah dunia politik pada Pemilu 2009. Pada kontestasi itu, Lutfie berhasil lolos dan menduduki kursi DPRD Provinsi Jawa Timur. Bahkan, dia menjabat Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur.

Sebelum menjabat anggota DPRD Provinsi Jawa Timur periode 2009-2014, Anna Lutfie mengelola dan mengembangkan sejumlah bisnisnya di dunia pertanian. Setelah dilantik menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Lutfie memutuskan untuk menutup semua bisnis yang sudah ia jalani bertahun-tahun dan fokus bertugas menjadi pelayan rakyat. Alasan ia menutup beberapa bisnisnya ini karena tak ingin, usaha tersebut bersinggungan dengan APBD.

"Setelah dilantik, semua bisnis yang ada saya tutup. Saya itu agak ekstrem, saat itu berfikiran tak ingin berbagai usaha yang sudah ia rintis bersinggungan dengan APBD," ucap Lutfie.

Lima tahun berlalu, Lutfie memutuskan membidik kursi legislatif di level lebih tinggi: DPR RI. Namun, upayanya tak terwujud. Lutfie gagal melenggang ke senayan.

Kala itu, penyesalan terbersit. Kenapa harus menutup bisnis yang sudah dirintisnya? Konsekuensinya, Lutfie kembali memulai dari nol.  "Ini pembelajaran menurut saya. Akhirnya, dari sini saya memulai dari nol dengan menanam pohon durian," kata dia.

Kembali ke Akar: Dunia Pertanian 

Bagi Lutfie, dari dunia politik beralih ke bidang pertanian bukanlah hal yang sulit. Sedari kecil, ia sudah diajarkan oleh ayah kandungnya Habib Mughni untuk menanam berbagai jenis tanaman. Mulai dari menanam padi, kacang, jagung hingga menanam pohon durian. 

Kecintaannya pada dunia pertanian yang menguatkan Lutfie ketika gagal menanam durian di Wonosalam, Jombang, karena pohon-pohon yang ia tanam tidak terawat. "Pelajaran terbesar saya adalah: tanaman itu perlu kasih sayang, sama seperti manusia," ungkap Lutfie. 

Darah petani sang ayah, Lutfie yang mendorongnya menginisiasi Republik Durian Farm di Dusun Sendung pada awal 2020, ketika masa pandemi. Setengah perjalanannya sudah menunjukkan hasil besar dan sedikit demi sedikit bisa dinikmati hingga pertengahan 2025 ini. Tahun-tahun berikutnya, saat merengkuh keberhasilan seiring berkembangnya Republik Durian Farm.

Visi Besar Anna Lutfie

Lebih dari sekadar petani, Lutfie memiliki visi besar: menjadikan Dusun Sendung sebagai Kampung Durian, pusat produksi durian dan olahan pasca-panen, lengkap dengan pabrik pengolahan buah, pupuk organik, hingga obat herbal. Ia juga ingin mengembangkan konsep pertanian terpadu (integrated farming) yang menggabungkan tanaman pangan, hortikultura, perikanan, peternakan, perkebunan, dan kehutanan dalam satu ekosistem.

Meski kini fokus pada pertanian, politik tetap menjadi bagian dari hidup Lutfie. Ia tak menutup kemungkinan untuk kembali ke panggung politik di masa depan, dengan semangat baru: politik kesejahteraan. Baginya, perjalanan di dunia politik dan pertanian saling melengkapi, sama-sama membutuhkan keberanian, kerja keras, dan cinta pada tanah dan rakyat.

Keluarga sebagai Support System Utama

Di tengah kesibukan merawat pohon durian, Lutfie juga tetap menjalankan perannya sebagai ayah. Ia menikah dengan Elia Fauzi Agustin dan dikaruniai tiga anak.  Anak pertamanya Rais Akbar Bagaskara yang menempuh pendidikan FE Universitas Airlangga. Anak kedua Naila Bintang Maheksari yang tengah pendidikan di  Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga. Lalu, anak ketiga, Najwa Luthfiyah Tsabita yang juga tengah menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM). Meski sebagian besar waktunya dihabiskan di Blitar, Lutfie rutin pulang ke Surabaya untuk menemui keluarga, yang menjadi support system terbesarnya.

Dikenal sebagai adik kandung dari politisi Anas Urbaningrum, Lutfie tak memungkiri hubungan dekatnya dengan sang kakak. "Mas Anas itu teladan saya," ujarnya. Namun, jalan hidup Anna kini berbeda: menumbuhkan durian di tanah leluhur, bukan sekadar sebagai usaha, tetapi sebagai cara untuk menghargai alam dan merawat kehidupan.

Di bawah rindangnya pohon-pohon durian di Republik Durian Farm, Anna Lutfie menjalani hidup yang lebih tenang, namun penuh makna. Sebuah perjalanan dari politik ke pertanian, dari kursi dewan ke ladang durian, yang membuktikan bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan awal dari kisah baru. (*)

Editor : Danu S

Jejak Inspirasi 'Republik Durian Farm Blitar: 

Menjelajahi Republik Durian Farm Blitar: Destinasi yang Menggabungkan Alam, Rasa, dan Inovasi

Republik Durian Farm Blitar: Inspirasi yang Tumbuh pada Keheningan Masa Pandemi

Sosok Anna Lutfie: Transformasi dari Anggota Legislatif Menjadi Presiden Republik Durian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow