Lebih dari 2.300 Insiden, Evakuasi Hewan Dominasi Tugas Damkar Surabaya di Tahun 2025

Lonjakan kemunculan ular dan biawak saat banjir membuat evakuasi hewan mendominasi 2.306 insiden yang ditangani DPKP Surabaya sepanjang 2025, melampaui seluruh jenis penanganan lainnya.

09 Dec 2025 - 21:38
Lebih dari 2.300 Insiden, Evakuasi Hewan Dominasi Tugas Damkar Surabaya di Tahun 2025
Petugas DPKP Surabaya saat melakukan evakuasi ular di pemukiman warga (Dok. DPKP for SJP)

SURABAYA, SJP – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya merilis angka catatan penanganan insiden evakuasi selama Januari hingga November 2025.

Total 2.306 insiden berhasil ditangani, dengan evakuasi hewan mendominasi laporan sepanjang tahun, terutama saat musim hujan dan banjir. 

Kondisi cuaca ekstrem membuat warga semakin sering meminta bantuan petugas, baik untuk situasi darurat maupun kasus-kasus unik yang muncul di tengah perubahan lingkungan.

Evakuasi Hewan Mendominasi Laporan

Dari total 2.306 insiden, evakuasi hewan menjadi kasus terbanyak dengan 1.424 penanganan. Mayoritas terjadi ketika curah hujan meningkat drastis pada November 2025. 

Banjir yang melanda beberapa wilayah membuat habitat hewan liar, seperti ular dan biawak terganggu, mendorong mereka keluar dari sarang dan tak jarang malah masuk ke lingkungan warga, bahkan hingga ke dalam rumah.

Kepala DPKP Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menjelaskan bahwa peningkatan signifikan tersebut berhubungan langsung dengan dinamika alam saat musim penghujan.

"Lonjakan tertinggi laporan terjadi pada November 2025. Peningkatan ini terutama dipicu faktor alam, yakni tingginya curah hujan," jelas Rini, Selasa (9/12/2025).

Menurutnya, munculnya hewan liar di pemukiman bukan hanya ancaman bagi warga, tetapi juga menjadi salah satu beban kerja terbesar bagi para petugas. 

Ketika air naik dan menggenangi area habitat, hewan-hewan tersebut kehilangan tempat berlindung dan mencari area yang dianggap lebih aman, yang sering kali justru adalah rumah warga.

"Air memaksa hewan naik ke permukaan. Ini menjadi penyebab utama tingginya permintaan evakuasi dan langsung kami tindak lanjuti," tutur Rini.

Selain evakuasi hewan, DPKP Surabaya juga menangani berbagai jenis insiden lainnya, dengan totoal angka sebagai berikut:

  • Evakuasi hewan: 1.424 kasus
  • Evakuasi manusia: 358 kasus
  • Evakuasi kendaraan: 137 kasus
  • Evakuasi objek alam: 231 kasus
  • Evakuasi objek lainnya: 163 kasus
  • Evakuasi bangunan: 3 kasus

Ragam penanganan tersebut menunjukkan peran DPKP yang semakin luas dan fleksibel dalam menghadapi berbagai jenis permintaan bantuan masyarakat.

Laporan Unik: Dari Cincin Tersangkut hingga Rambut Warga

Tak sedikit laporan yang diterima DPKP berada di luar dugaan, atau mungkin istilah modernnya"diluar nalar" dan memerlukan pendekatan humanis. Salah satu yang paling sering adalah permintaan bantuan untuk melepas cincin yang tersangkut di jari warga. 

Rini menyebut bahwa beberapa rumah sakit kerap mengarahkan pasien ke DPKP karena petugas memiliki alat yang cukup efektif untuk penanganan awal.

"Mereka diarahkan dari rumah sakit ke Damkar agar cincin bisa dilepas dengan peralatan sederhana seperti gerinda potong sebelum mendapatkan penanganan medis," terangnya.

Selain itu, masih ada laporan yang sifatnya non-darurat namun tetap dilayani dengan respons cepat. Mulai dari permintaan penyambutan simbolis untuk ibu hamil yang berharap anaknya kelak menjadi petugas damkar, hingga membantu memotong rambut warga berkebutuhan khusus yang hanya merasa nyaman jika ditangani petugas.

"Ada juga beberapa permintaan berada di luar kewenangan kami, seperti kerusakan motor, tetapi petugas Damkar tetap menekankan pentingnya membantu masyarakat," ujar Rini.

Standar Waktu Respon dan Peran Call Center 112

Meski tugas yang masuk sangat beragam, DPKP Surabaya menetapkan standar waktu respons yang sama cepatnya dengan penanganan kebakaran. Target kedatangan adalah 6,5 menit, sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM). 

Untuk mencapai target itu, petugas mengerahkan tim terdekat dengan kendaraan ringan, termasuk penggunaan sepeda motor di wilayah padat.

"Akses layanan melalui call center 112 sangat membantu mempercepat pelaporan, meski sebagian insiden berada di luar kewenangan utama Damkar," ucap Rini.

Call center menjadi pintu utama masyarakat untuk melaporkan segala bentuk keadaan darurat dan non-darurat, sehingga petugas dapat mengatur prioritas dengan cepat dan tepat.

Menyongsong tahun 2026, DPKP Surabaya menargetkan peningkatan kapasitas internal dan eksternal. Bagi petugas, pelatihan berkala dan survei wilayah rutin akan ditingkatkan untuk memastikan seluruh anggota memahami SOP, karakteristik medan, serta dapat menjaga standar respons yang cepat.

Di sisi lain, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat menjadi fokus berikutnya. DPKP merencanakan pelatihan evakuasi mini di tingkat wilayah agar warga mampu menangani insiden ringan secara mandiri, seperti menangani kemunculan ular kecil tanpa membahayakan diri.

"Pelatihan ini kami rancang agar masyarakat mampu mengatasi kasus kecil, sehingga tim damkar dapat fokus pada insiden yang membutuhkan keahlian khusus," tukas Rini. (*) 

Editor: Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow