Pesisir Surabaya Dibayangi Rob, Pemkot Percepat Penguatan Proteksi Lewat Rumah Pompa dan Pintu Air
Pemkot Surabaya menggeber pembangunan rumah pompa dan pintu air di pesisir barat, wilayah yang paling rentan rob, demi menutup celah perlindungan yang selama ini belum tersedia.
SURABAYA, SJP — Kawasan pesisir Surabaya masih kerap dibayangi genangan air laut atau rob, terutama saat pasang tinggi dan curah hujan meningkat. Meski tidak terjadi setiap hari, risiko rob selalu menghantui permukiman dan akses jalan di sejumlah titik pesisir timur dan barat kota, sehingga penguatan infrastruktur pengendali banjir menjadi kebutuhan mendesak.
Pemerintah Kota Surabaya kini memfokuskan langkah yang pada optimalisasi fasilitas pengendalian banjir yang telah ada. Alih-alih langsung membangun tanggul laut berskala besar, Pemkot menilai pemaksimalan fungsi rumah pompa, pintu air, dan bozem adalah strategi paling realistis untuk melindungi warga dari ancaman rob yang dapat muncul sewaktu-waktu.
"Saat ini Pemkot Surabaya lebih memprioritaskan optimalisasi rumah pompa, pintu air, dan bozem sebagai upaya pengendalian banjir," ujar Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Syamsul Hariadi, Selasa (9/12/2025).
Langkah ini dinilai tepat karena sejumlah infrastruktur pengendali banjir di Surabaya Timur sudah lengkap. Pintu air hingga pompa air berfungsi penuh, sehingga kawasan pesisir timur relatif lebih aman dari ancaman rob. Pemerintah optimistis kondisi ini dapat terus meminimalisasi potensi genangan air laut yang selama ini menghantui wilayah tersebut.
"Itu sudah lengkap, sehingga untuk rob itu insyaallah bisa kita minimalisir," kata Syamsul.
Berbeda dengan bagian timur, wilayah barat Surabaya justru menjadi titik yang paling rentan. Sejumlah sungai yang bermuara ke laut, seperti Kali Krembangan, Kalianak, dan Kali Sememi, belum memiliki pintu air maupun rumah pompa. Tanpa fasilitas tersebut, debit air laut berpotensi masuk kembali dan menimbulkan rob saat kondisi pasang.
"Jadi kita agendakan untuk rumah pompa di tiga atau empat sungai yang menuju ke laut di wilayah barat itu," jelasnya.
Hingga kini, wilayah barat baru memiliki fasilitas pompa di kawasan Balong dan Kandangan. Sementara tiga titik lain, seperti di Asemrowo, Kalianak, dan Tambak Langon masih menunggu pembangunan yang telah dimasukkan ke agenda prioritas Pemkot Surabaya.
Selain itu, pembangunan tanggul laut menyeluruh di sepanjang pesisir kota belum dapat dilakukan. Selain karena kompleksitas teknis dan anggaran, tidak semua wilayah pesisir memerlukan struktur tersebut.
Sejumlah kawasan barat sebenarnya telah memiliki tanggul lokal yang telah berfungsi sebagai pelindung dasar terhadap air laut meski bukan merupakan tanggul laut formal.
"Di wilayah barat itu sebetulnya sudah ada tanggulnya. Bukan tanggul laut namanya, tapi itu sudah proteksi terhadap air laut," tambah Syamsul.
Dengan penguatan infrastruktur yang dikejar di kawasan barat dan optimalisasi yang terus dilakukan di kawasan timur, Pemkot Surabaya berharap risiko rob dapat ditekan semaksimal mungkin, menjadikan kawasan pesisir lebih aman dan siap menghadapi musim penghujan maupun pasang tinggi. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

