Kolaborasi PPL dan Babinsa Jadi Strategi Terwujudnya Swasembada Pangan di Bondowoso

Pemkab Bondowoso memiliki strategi yang didukung oleh bantuan sarana dan prasarana yang nantinya akan dikawal oleh PPL bersama Babinsa di semua desa.

17 Jan 2025 - 18:31
Kolaborasi PPL dan Babinsa Jadi Strategi Terwujudnya Swasembada Pangan di Bondowoso
Pj Bupati Bondowoso, Muhammad Hadi Wawan saat memanen padi organik di Desa Lombok Kulon Kecamatan Wonosari (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Guna mendukung swasembada pangan yang dicita-citakan oleh Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso ditarget memiliki luas tambah tanah (LTT) 103.374 hektare. 

Padahal saat ini, Bumi Ki Ronggo masih memiliki lahan tanam seluas 95.508 hektare. Sehingga, perlu kerja sama semua pihak dalam mewujudkan target luas lahan tersebut.

Oleh sebab itu, Pj Bupati Bondowoso, Muhammad Hadi Wawan, bersama Dandim 0822 melakukan rapat koordinasi penandatanganan LTT bersama semua pihak untuk membentuk posko swasembada pangan tahun 2025, di Pendopo Bupati Raden Bagus Assra, pada Jumat (17/1/2025).

Menurut Pj Bupati Bondowoso, terwujudnya swasembada pangan ini, tidak lepas dari peran PPL dan Babinsa dalam mengawal semua kebijakan dan langkah strategis yang dilakukan oleh pemerintah, hingga ke tingkat desa.

Karena, kata Hadi Wawan Guntoro, luas baku sawah di Kabupaten Bondowoso mencapai 35.950 hektare yang tersebar di 23 kecamatan. Potensi ini telah mendukung berbagai komoditas unggulan pertanian, seperti padi, jagung, ubi kayu, dan ubi jalar.

Hadi Wawan merinci, tahun 2024, luas tanam padi meningkat 95.508 hektare dibandingkan tahun 2023 yang hanya 79.054 hektare, dengan produktivitas mencapai 6,17 ton per hektare. Sementara itu, capaian luas tanam jagung juga meningkat menjadi 28.294 hektare dari 26.458 hektare pada tahun 2023.

“Kita memiliki kenaikan luas lahan setiap tahunnya,” ucap Hadi Wawan yang juga menjabat sebagai kepala Dispora Pemprov Jatim ini, di hadapan semua penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan Babinsa.

Peningkatan luasan lahan tersebut tak terlepas dari dukungan pemerintah pusat dan provinsi pada tahun 2024, berupa bantuan benih unggul, pompa air, sumur bor, serta rehabilitasi jaringan irigasi yang telah memberikan dampak signifikan terhadap upaya peningkatan produktivitas pertanian. 

“Di samping itu, bantuan sarana dan prasarana pascapanen juga mendukung kesejahteraan para petani kita,” ungkap Hadi Wawan.

Namun demikian, soal tantangan yang akan datang semakin besar, terutama dalam menghadapi peningkatan kebutuhan pangan serta kondisi iklim yang tidak menentu. 

“Untuk tahun 2025, kita ditargetkan mencapai luas tambah tanam (LTT) padi sebesar 103.374 hektare, sesuai dengan komitmen bersama antara Dirjen Tanaman Pangan dan Mabes TNI AD pada tanggal 12 Desember 2024,” ujarnya.

Sebagai pemimpin di Bumi Ki Ronggo, Hadi Wawan memiliki langkah strategis yang telah disiapkan untuk mendukung target peningkatan luas lahan. Mulai dari hulu dengan menjamin tersedianya benih, pupuk bersubsidi dan saluran irigasi.

“Kami menjamin, ketersediaan benih unggul bersertifikat, memastikan stok pupuk bersubsidi untuk mendukung peningkatan produktivitas dan perbaikan saluran irigasi tersier dan sekunder guna mendukung percepatan tanam serta peningkatan indeks pertanaman,” jelasnya.

Langkah strategis Pj Bupati Bondowoso ini didukung oleh bantuan sarana prasarana yang dialokasikan pada tahun 2024 silam. Secara rinci, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Hendri Widotono menyebut ada banyak bantuan yang telah diterima oleh petani Bondowoso.

“Kita mendapatkan bantuan 101 unit pompa air, untuk Kodim 0822 sebanyak 30 unit, DPKP sebanyak 20 unit dan  kelompok tani sebanyak 51 unit, dengan potensi tambahan LTT sebesar 110 hektare,” urainya.

Selain itu, juga mendapatkan bantuan 77 unit irigasi perpompaan, dengan potensi tambahan LTT sebesar 1.540 hektare dan 4 titik irigasi perpipaan, dengan potensi tambahan LTT sebesar 500 hektare.

“Rencana di tahun 2025 juga mencakup tambahan 33 unit irigasi perpompaan, sehingga total potensi tambahan luas tambah tanam menjadi 2.250 hektar dengan asumsi indeks pertanaman (IP) satu, dan akan meningkat menjadi 4.500 hektar jika diterapkan IP dua,” jelas Hendri.

DPKP juga berupaya memanfaatkan potensi lahan kering seluas 28.000 hektare di seluruh kecamatan untuk ditanami padi gogo, yang akan menambah LTT sebanyak 28.000 hektare per tahun.

“Keberhasilan swasembada pangan nasional memerlukan kerja sama semua pihak. Dalam hal ini, pendampingan intensif akan terus dilakukan oleh para PPL bersama Babinsa di setiap desa,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow