Isak Tangis Iringi Pemakaman Satu Keluarga Korban Kecelakaan Maut Tol Malang-Pandaan
Kepergian para korban menyisakan duka yang mendalam bagi warga Kampung Sukodono, mengingat para korban dikenal sebagai sosok yang sangat bermasyarakat.
SURABAYA, SJP – Suasana duka mendalam menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pegirikan, Kecamatan Semampir, Surabaya, pada Kamis (16/7/2026) sore.
Isak tangis keluarga, kerabat, dan ratusan tetangga tidak terbendung saat mengantarkan tiga jenazah yang merupakan satu keluarga korban kecelakaan maut di Tol Malang-Pandaan ke peristirahatan terakhir mereka.
Ketiga korban yang dimakamkan adalah pasangan suami istri Ishak dan Hanifa, serta adik mereka, Hindun. Ketiganya merupakan warga Kampung Sukodono, Kecamatan Semampir, Surabaya. Mereka menjadi korban tewas dari total lima korban jiwa dalam kecelakaan tragis di Tol Malang-Pandaan Kilometer 71B, Pasuruan, pada Rabu (15/7/2026) malam. Sementara tiga korban dimakamkan di Surabaya, dua korban lainnya dimakamkan oleh pihak keluarga di Madura.
Prosesi pemberangkatan jenazah dari rumah duka berlangsung sangat mengharukan. Warga setempat bergotong-royong mengusung keranda menuju mobil ambulans yang telah bersiap.
Kepergian para korban menyisakan duka yang mendalam bagi warga Kampung Sukodono, mengingat para korban dikenal sebagai sosok yang sangat bermasyarakat.
Khusaeri, salah satu tokoh masyarakat setempat, menyatakan bahwa seluruh warga merasa sangat kehilangan atas kepergian satu keluarga ini, terutama sosok Ishak yang dikenal sangat dermawan.
"Keluarga almarhum ini sangat baik di mata tetangga. Terutama Pak Ishak, beliau orangnya sangat ringan tangan dan berjiwa sosial tinggi. Setiap kali ada warga yang membutuhkan bantuan, beliau selalu menjadi orang pertama yang mengulurkan tangan," ujar Khusaeri, Kamis (16/7/2026).
Kecelakaan yang merenggut nyawa satu keluarga ini terjadi saat mobil Honda CR-V yang ditumpangi sembilan orang menabrak bagian belakang truk Mitsubishi Fuso yang sedang berhenti di bahu jalan tol.
Polisi menduga kecelakaan dipicu oleh pengemudi mobil yang mengalami microsleep atau tertidur sesaat akibat kelelahan, sehingga kendaraan oleng dan menghantam pembatas jalan sebelum menabrak truk. (**)
Sumber: Beritasatu.Com
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

