Kenali Kasus Influenza A, Ini Kata Dinkes Jombang
Kelompok perempuan dan anak-anak tercatat paling banyak terpapar.
JOMBANG, SJP – Menyusul ditemukannya kasus Influenza A di sejumlah wilayah Indonesia, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Meski situasi nasional masih terkendali, potensi penularan di tingkat daerah perlu diantisipasi.
Data hingga akhir Desember 2025 mencatat puluhan kasus Influenza A subtipe A (H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi. Jawa Timur termasuk wilayah dengan jumlah kasus relatif tinggi, diikuti Kalimantan Selatan dan Jawa Barat. Kelompok perempuan dan anak-anak tercatat paling banyak terpapar.
Kepala Dinkes Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, menegaskan, masyarakat tidak perlu panik, namun tetap waspada. Menurutnya, Kementerian Kesehatan RI telah menyatakan bahwa Influenza A hingga saat ini tidak menunjukkan tingkat keparahan lebih tinggi dibandingkan jenis flu lain. Namun, langkah antisipasi tetap diprioritaskan.
"Di Kabupaten Jombang, kami terus memperkuat surveilans, sistem pelaporan, dan kesiapsiagaan layanan kesehatan untuk merespons perkembangan situasi dengan cepat dan tepat," ujar dr. Hexawan dalam keterangan resmi, Senin (12/1/2026).
Influenza A adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan, dari hidung hingga paru-paru. Gejalanya sering muncul mendadak dan mirip flu biasa, seperti demam, menggigil, batuk, nyeri tenggorokan, pilek, sakit kepala, serta pegal otot dan sendi.
"Pada anak-anak, gejalanya tidak jarang disertai muntah dan diare," tambahnya.
Virus ini mudah menular melalui percikan droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga dapat terjadi melalui tangan yang menyentuh permukaan terkontaminasi, lalu menyentuh area wajah seperti mata, hidung, atau mulut.
Untuk menekan penyebaran, Dinkes Jombang mengimbau masyarakat untuk konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga kebugaran tubuh dan mempertimbangkan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis.
Masyarakat juga diminta bertanggung jawab terhadap kesehatan diri. Jika mengalami gejala flu, disarankan untuk beristirahat di rumah, menggunakan masker, dan menerapkan etika batuk.
"Jika gejala tidak membaik atau muncul gejala berat seperti demam tinggi berkepanjangan dan sesak napas lebih dari tiga hari, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat," pungkas dr. Hexawan. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

