Keluhan Warga Situbondo Soal Akses Kesehatan Terjawab, Bupati Distribusikan 38 Ambulans Desa

Guna memastikan program ini berjalan efektif dan tidak menjadi beban baru bagi pemerintah desa, Pemkab Situbondo melalui Dinas Kesehatan akan menanggung seluruh biaya operasional.

29 Jan 2026 - 13:30
Keluhan Warga Situbondo Soal Akses Kesehatan Terjawab, Bupati Distribusikan 38 Ambulans Desa
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo saat menyalurkan 38 ambulans ke desa penerima. (Foto: Sugeng/SJP)

SITUBONDO, SJP — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menjawab keluhan masyarakat terkait lambatnya akses layanan medis darurat.

Sebagai respons atas banyaknya kasus pasien yang nyawanya tak tertolong akibat jarak rumah sakit yang jauh, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, resmi menyalurkan 38 unit mobil ambulans ke sejumlah desa, pada Kamis (29/01/2026).

Penyaluran ini merupakan realisasi dari program Satu Desa Satu Ambulans yang diusung oleh bupati yang karib disapa Mas Rio tersebut. 

Langkah ini diambil sebagai upaya memangkas hambatan geografis yang selama ini menjadi kendala utama dalam pelayanan kesehatan di wilayah Situbondo.

Mas Rio menegaskan bahwa 38 unit ini hanyalah tahap awal. Pada tahun 2026 ini Pemkab Situbondo menargetkan penambahan 20 unit lagi untuk desa-desa berikutnya hingga seluruh desa di Kabupaten Situbondo memiliki armada medis sendiri.

"Target kami adalah semua desa akan mendapatkan alokasi. Tahun ini akan menyusul sekitar 20 desa. Distribusi ini akan terus berlanjut hingga tuntas," ujar dia. 

Menariknya, pembagian armada ini tidak dipukul rata. Pemkab akan melihat rasio jumlah penduduk di tiap wilayah. 

Desa dengan kepadatan penduduk yang tinggi berpeluang mendapatkan lebih dari satu unit ambulans untuk menjamin rasio pelayanan yang ideal.

Di balik kebijakan ini, Bupati Situbondo melontarkan peringatan keras bagi para perangkat desa. 

Ia menyebut banyak fenomena mobil siaga desa yang selama ini kerap menjadi polemik karena disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

"Program ini lahir dari keluhan masyarakat yang merasa terabaikan. Saya tegaskan, ambulans ini harus benar-benar untuk pelayanan warga, bukan untuk kepentingan pribadi. Jangan ada lagi rakyat yang kesulitan karena armada dipakai untuk urusan di luar kesehatan," tegasnya.

Guna memastikan program ini berjalan efektif dan tidak menjadi beban baru bagi pemerintah desa, Pemkab Situbondo melalui Dinas Kesehatan akan menanggung seluruh biaya operasional. 

Hal ini mencakup pengadaan bahan bakar minyak (BBM) hingga honorarium bagi pengemudi ambulans.

Dengan dukungan anggaran dari APBD, diharapkan tidak ada lagi alasan bagi pihak desa untuk memungut biaya kepada warga yang membutuhkan bantuan medis darurat. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow