Kasus Suspek Campak Meningkat, Dinkes Kota Batu Siapkan Kampanye Imunisasi MR Pasca Lebaran

Dinkes Kota Batu mengimbau apabila masyarakat menemukan seseorang dengan gejala demam dan bintik kemerahan, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat dan ikuti arahan petugas, termasuk pengambilan sampel darah untuk memastikan apakah itu campak atau rubela.

16 Mar 2026 - 20:40
Kasus Suspek Campak Meningkat, Dinkes Kota Batu Siapkan Kampanye Imunisasi MR Pasca Lebaran
Screening Dinkes Batu di Sekolah (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu menyiapkan langkah pencegahan penyebaran campak dan rubela melalui program Catch-Up Campaign imunisasi Measles Rubella (MR) yang dijadwalkan berlangsung pasca Lebaran, mulai 30 Maret hingga 18 April 2026.

Sekretaris Dinkes Kota Batu Yuni Astuti pada Senin (16/3/2026) menguraikan program tersebut disiapkan menyusul tren peningkatan jumlah kasus suspek campak di Kota Batu dalam dua tahun terakhir. Berdasarkan data Dinkes Kota Batu, pada 2024 tercatat 56 kasus suspek campak dengan lima kasus di antaranya terkonfirmasi positif.

"Dari angka tersebut meningkat cukup signifikan pada 2025. Sepanjang tahun lalu tercatat 120 kasus suspek campak, dengan enam kasus dinyatakan positif campak serta satu kasus lainnya terkonfirmasi positif rubela," tegasnya.

Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena campak dan rubela termasuk penyakit menular yang dapat menyebar dengan cepat jika tidak ditangani dengan baik.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kota Batu bersama pemerintah daerah akan melaksanakan Catch-Up Campaign imunisasi MR setelah periode Lebaran. Kegiatan ini juga dibarengi dengan penguatan sistem surveilans penyakit untuk meningkatkan deteksi dini serta memperluas cakupan imunisasi masyarakat.

“Sebagai respons atas meningkatnya kasus campak di Jawa Timur, akan dilaksanakan Catch-Up Campaign imunisasi campak dan rubela pada 30 Maret hingga 18 April 2026. Kegiatan ini juga disertai penguatan surveilans untuk meningkatkan cakupan imunisasi serta mencegah penularan yang lebih luas,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, campak dan rubela merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan sangat mudah menular melalui percikan ludah penderita saat batuk, bersin, maupun berbicara.

Gejala yang umumnya muncul antara lain demam tinggi disertai munculnya bintik-bintik kemerahan pada kulit. Selain itu, penderita juga bisa mengalami batuk, pilek, hingga mata merah.

Jika tidak segera ditangani, campak dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius seperti diare, radang paru-paru, radang otak, kebutaan, gizi buruk hingga kematian.

"Sementara itu, infeksi rubela memiliki risiko besar bagi ibu hamil karena dapat menyebabkan keguguran, bayi lahir mati, hingga kelainan bawaan pada bayi seperti gangguan jantung, kelainan mata, ketulian, dan keterlambatan tumbuh kembang," bebernya.

Oleh karena itu, Dinkes Kota Batu mengimbau masyarakat untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi campak-rubela sesuai jadwal. Imunisasi MR diberikan pada usia 9 bulan, kemudian 18 bulan, serta saat anak duduk di kelas 1 sekolah dasar atau sederajat.

Selain imunisasi, masyarakat juga diingatkan menjaga daya tahan tubuh anak dengan asupan gizi yang cukup. Jika muncul gejala campak, anak juga dianjurkan mendapatkan vitamin A sesuai anjuran tenaga kesehatan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow