Hilang Kesabaran, Pria di Jember Tega Habisi Nyawa Bocah TK

Hanya karena tidak sabar dengan kerewelan bocah berumur 6 tahun, pria ini tega membunuh dan mengubur bocah TK itu

14 Feb 2025 - 09:32
Hilang Kesabaran, Pria di Jember Tega Habisi Nyawa Bocah TK
Lokasi bocah yang dikubur saat dibongkar oleh tim Inafis Polres Jember. (Ulum/SJP)

JEMBER, SJP – Alfin (25), warga Desa Garahan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember tega menghabisi nyawa bocah TK bernama Faton (6).

Sebelumnya, korban sempat dikabarkan hilang karena diculik. Pengumuman tentang hilangnya korban pun tersebar berikut dengan ciri-ciri fisik korban.

Peristiwa itu bermula dari saat korban diajak ibunya ke rumah pelaku pada Ahad (9/2/2025). Saat itu, Ibu korban bermaksud bantu-bantu acara hajatan di dekat rumah pelaku.

Saat ibu korban sibuk di dapur, korban dititipkan di rumah pelaku. Di rumah pelaku, korban menangis meminta makan. Pelaku pun tidak sabar.

Saking tidak sabarnya menghadapi bocah TK, pelaku kemudian berniat memulangkan korban ke rumahnya di Kecamatan Silo tanpa memberi tahu ibu korban.

"Saat dalam perjalanan mengantarkan korban, pelaku berubah pikiran. Pelaku membawa korban ke pekarangan milik orang tuanya di Gunung Pagu, dekat dengan eks pabrik Sampoerna," kesaksian Lukman, warga setempat, Jumat (15/2/2025).

Sesampainya di lokasi kejadian, korban tetap tidak berhenti menangis. Akhirnya pelaku memukul dada korban sebanyak dua kali hingga korban terjatuh.

Kemudian pelaku membawa korban ke sebuah gubuk yang berada di pekarangan tersebut. Maksud pelaku yaitu untuk menenangkan korban.

"Saat korban mulai membaik, korban kembali rewel dan berlari-lari. Kemudian oleh pelaku korban dikejar dan dipukul lagi di bagian dada dan punggung hingga menyebabkan korban meninggal dunia," ujar Lukman menirukan pengakuan pelaku yang sudah tertangkap.

Untuk menghilangkan bukti, pelaku membungkus korban dengan karung bekas yang didapatnya dari gubuk itu. Kemudian korban dikubur dengan kedalaman sekitar 60 sentimeter.

Kemudian pada sekitar pukul 13.00 WIB, pelaku pulang ke rumahnya. Setelah saat itu, pelaku menghilang. Sementara korban dinyatakan hilang pada sore hari itu.

Saat ibu korban pulang ke rumah, tidak menemukan anaknya. Keluarga pun mengumumkan hilangnya bocah TK itu di media sosial dan grup WhatsApp.

"Dari unggahan tersebut, kami bersama tim dari Polsek dan Koramil melakukan pencarian bersama warga secara intensif. Hasilnya, pada Kamis siang, kami menemukan pelaku dan mengamankannya," beber Kasatreskrim Polres Jember, AKP Angga Riatma, Jumat (14/2/2025).

Dari keterangan pelaku, polisi akhirnya mengetahui keberadaan korban. Polisi pun segera mendatangi lokasi di mana korban dikubur.

"Karena saat itu warga masih terus berdatangan, akhirnya evakuasi melibatkan pihak Polres dengan mendatangkan Inafis. Selanjutnya membawa korban ke Rumah Sakit Soebandi untuk dilakukan autopsi," jelasnya.

Diketahui, proses penangkapan Alfin sempat diwarnai ketegangan. Sebab, warga yang tersulut emosi mengamuk dan berusaha menghakimi Alfin.

Emosi warga semakin mendidih setelah disusul penemuan lokasi di mana korban dikubur oleh Alfin. Spekulasi yang beredar di masyarakat, korban dikubur hidup-hidup. 

Namun demikian, AKP Angga mengaku masih menunggu hasil autopsi dari pihak rumah sakit untuk menyimpulkan penyebab pasti kematian korban.

"Kami masih melakukan pengecekan dan pendalaman dengan proses autopsi. Untuk hasilnya nanti kita akan rilis update-nya lebih lanjut, ucapnya.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut. penyelidikan dilakukan untuk mengetahui adanya kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut.

“Terduga pelaku sudah kami amankan. Kami masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Apakah ada pihak lain yang terlibat," tutup AKP Angga. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow