Harga Kedelai Impor Naik, Margin Perajin Tahu Blitar Kian Menipis

Kenaikan harga kedelai impor hingga Rp10.500 per kilogram membuat margin perajin tahu di Blitar semakin menipis serta memicu kekhawatiran terhadap pasokan bahan baku.

08 Apr 2026 - 09:00
Harga Kedelai Impor Naik, Margin Perajin Tahu Blitar Kian Menipis
Perajin tahu di Blitar mengolah kedelai di tengah kenaikan harga bahan baku impor yang mencapai Rp10.500 per kilogram dan berdampak pada margin usaha. (Beritasatu.com)

BLITAR, SJP– Kenaikan harga kedelai impor mulai berdampak pada para perajin tahu di Kota Blitar, Jawa Timur. Kondisi ini membuat biaya produksi meningkat dan keuntungan usaha semakin menipis.

Salah seorang perajin tahu di Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Wahyu, mengatakan harga kedelai impor saat ini mencapai sekitar Rp10.500 per kilogram. Kenaikan tersebut membuat margin keuntungan yang diperoleh semakin berkurang.

Menurut Wahyu, persoalan yang dihadapi tidak hanya soal harga, tetapi juga ketersediaan stok bahan baku. Ia khawatir pasokan kedelai impor yang selama ini menjadi andalan tidak berjalan lancar akibat situasi global.

“Kalau harganya memang naik, sebenarnya masih bisa disiasati. Namun yang jadi kekhawatiran itu kalau stoknya tidak lancar. Kita tidak tahu ke depan seperti apa,” ujar dia.

Dalam kondisi tersebut, Wahyu tetap berupaya menjaga kualitas tahu tanpa mengurangi ukuran produk. Ia memilih tidak menaikkan harga jual karena khawatir akan memengaruhi daya beli konsumen.

Setiap hari, Wahyu mengolah sekitar 16 kilogram kedelai dan menghasilkan kurang lebih 176 potong tahu siap jual. Namun, kenaikan biaya bahan baku membuat keuntungan yang diperoleh semakin tipis.

“Kalau harga dan ukuran tetap, cuma keuntungan tipis,” katanya.

Para perajin tahu di Blitar berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret, baik melalui stabilisasi harga kedelai maupun jaminan pasokan. Dukungan tersebut dinilai penting agar usaha kecil tetap bertahan di tengah tekanan ekonomi global.

Sumber: Beritasatu.com

Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow