Penjual Jenang dari Kediri Jadi Calon Jemaah Haji Tertua se-Indonesia
Marsiah yang merupakan ibu dari lima anak, berprofesi sebagai penjual jenang ( bubur). Di usianya yang lebih dari 1 abad tersebut, Marsiah terlihat sehat dan lancar menjawab saat diajak mengobrol.
KEDIRI, SJP – Sebanyak 1.205 warga Kabupaten Kediri tahun ini dijadwalkan berangkat menunaikan ibadah haji ke tanah suci.
Dari jumlah tersebut, salah satu calon jemaah haji menjadi perhatian karena usianya yang sangat lanjut. Ia adalah Marsiah, warga Kecamatan Semen, yang berusia 104 tahun dan disebut sebagai jemaah haji tertua, tidak hanya dari Kabupaten Kediri, tetapi juga di Indonesia.
“Untuk lansia cukup banyak, termasuk jemaah yang usianya paling tua yakni Ibu Marsiah dari Semen. Usia beliau 104 tahun, tertua se-Indonesia. Ini sangat positif, semangat beliau di usianya sekarang masih tinggi untuk melaksanakan ibadah haji,” ungkap Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Tipe A Kabupaten Kediri, Abdul Kholiq Nawawi, Selasa (7/4/2026).
Marsiah merupakan ibu dari lima anak dan sehari-hari berprofesi sebagai penjual jenang (bubur). Meski telah berusia lebih dari satu abad, ia terlihat sehat dan mampu berkomunikasi dengan lancar saat diajak berbincang.
Ia diketahui mendaftar haji pada tahun 2021 dari hasil menabung selama berjualan.
“Saya jualan bubur, keuntungannya dikumpulkan. Cita-citanya kalau sudah terkumpul ingin digunakan untuk ke Mekkah (ibadah haji),” tuturnya.
Untuk menjaga kondisi fisik, Marsiah mengaku rutin berjalan kaki di sekitar rumah, meskipun tidak setiap hari. Ia juga mengaku tidak memiliki keluhan kesehatan yang berarti, hanya sesekali merasakan nyeri di bagian lutut.
“Jalan ke belakang rumah. Kadang-kadang saja, kalau ingin ya jalan, kalau tidak ya tidak,” ujarnya.
Sementara itu, jemaah haji Kabupaten Kediri dijadwalkan berangkat menuju Tanah Suci pada 19–20 Mei 2026. Titik kumpul pemberangkatan direncanakan tetap berada di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri.
Selain itu, terdapat 62 orang yang masuk dalam kuota cadangan. Mereka berpeluang berangkat apabila ada jemaah yang mundur, meninggal dunia, atau terjadi pembatalan lainnya. Seluruh jemaah haji Kabupaten Kediri akan tergabung dalam kloter 109, 110, 111, dan 112.
“Insyaallah tetap seperti biasanya, melalui halaman Pemkab Kediri. Walaupun dalam kondisi perbaikan, mudah-mudahan tidak ada masalah karena lokasi ini sangat strategis untuk titik pemberangkatan,” ujar Abdul Kholiq.
Terkait kondisi keamanan global, pihaknya mengaku lebih fokus pada persiapan jemaah haji Kabupaten Kediri.
“Sesuai jadwal dari Kementerian Haji. Mudah-mudahan tidak ada kendala. Semua sudah siap, tinggal berangkat, dan seluruh jemaah sudah sangat antusias untuk segera menuju Tanah Suci,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

