Fokus Penguatan Guru, Disdik Batu Dorong Digitalisasi dari Ruang Kelas

Disdik Batu menilai digitalisasi menjadi strategi realistis untuk memperkuat daya saing pendidikan daerah dan tidak hanya diposisikan sebagai tren, melainkan sebagai alat untuk menanamkan literasi digital, pola pikir kritis, dan kesiapan generasi muda menghadapi dinamika teknologi ke depan

13 Feb 2026 - 16:51
Fokus Penguatan Guru, Disdik Batu Dorong Digitalisasi dari Ruang Kelas
Pemkot Batu saat melakukan bimbingan digitalisasi di jenjang pendidikan (Ist/Prokopim/SJP)

KOTA BATU, SJP – Alih-alih menitikberatkan pada pengadaan perangkat semata, transformasi digital pendidikan di Kota Batu kini diarahkan pada penguatan kapasitas pengajar sebagai fondasi perubahan.

Dinas Pendidikan Kota Batu menempatkan peningkatan kompetensi guru sebagai pintu masuk utama sebelum ekosistem pembelajaran berbasis teknologi diterapkan lebih luas di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan, Alfi Nurhidayat pada Jumat (13/2/2026) menegaskan, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor kunci agar digitalisasi tidak berhenti sebagai proyek perangkat. Pendampingan pembelajaran digital bagi tenaga pendidik tingkat sekolah dasar, baik negeri maupun swasta, telah digelar untuk memastikan guru mampu mengadaptasi metode pengajaran berbasis teknologi secara efektif.

"Langkah ini juga dilihat sebagai respons terhadap tantangan pendidikan nasional di Indonesia, mulai dari capaian literasi dan numerasi yang stagnan hingga ketimpangan akses teknologi antar wilayah," urainya. 

Terlebih, agar sejalan dengan arah kebijakan percepatan digitalisasi pembelajaran pemerintah pusat, Disdik Batu menilai kesiapan guru akan menentukan kualitas implementasi di lapangan, bukan sekadar keberadaan perangkat digital di kelas.

Pendekatan yang dibangun mengarah pada pembentukan ekosistem pembelajaran menyeluruh. Program digitalisasi dirancang berbasis tiga komponen utama: teknologi pendukung, lingkungan kelas yang adaptif, serta proses pembelajaran interaktif.

"Konsep ini diwujudkan melalui pengembangan ruang kelas cerdas yang memanfaatkan papan interaktif digital, sistem kolaborasi daring, hingga evaluasi pembelajaran real-time," imbuhnya.

Selain pelatihan tenaga pendidik, dukungan infrastruktur tetap disiapkan melalui penyediaan laptop, akses internet satelit untuk wilayah tertentu, serta konten pembelajaran digital.

Namun fokus utama tetap pada kemampuan guru mengintegrasikan teknologi ke dalam pendekatan “deep learning” yang menekankan pemahaman bermakna, kesadaran belajar, dan suasana kelas yang partisipatif. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow