Fokus Penataan Parkir–PKL dan Integrasi Kawasan Jadi Kunci Revitalisasi Pusat Kota

Pendekatan yang menitikberatkan pada penataan fungsi kawasan, pemerintah berharap pusat kota tak hanya tampil menarik secara visual, tetapi juga mampu menjadi ruang publik yang tertib, ramah pejalan kaki, dan menggerakkan ekonomi lokal secara berkelanjutan

13 Feb 2026 - 17:29
Fokus Penataan Parkir–PKL dan Integrasi Kawasan Jadi Kunci Revitalisasi Pusat Kota
Pasar Laron yang merupakan area Alun-alun Kota Batu (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP - Pemerintah Kota Batu mulai memprioritaskan penataan parkir dan pedagang kaki lima (PKL) sebagai titik krusial dalam rencana pembenahan kawasan pusat kota. Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Jumat (13/2/2026) menegaskan langkah tersebut menjadi pintu masuk menciptakan ruang publik yang tertib sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga.

Menurutnya, melalui program yang digarap Pemerintah Kota Batu penataan kawasan sekitar Alun-Alun Kota Batu tidak hanya diarahkan pada aspek estetika, tetapi juga pembenahan fungsi ruang. Pemerintah menargetkan integrasi fasilitas publik, jalur pejalan kaki, hingga pengelolaan parkir agar kawasan lebih nyaman dan produktif.

"Penataan ini selaras dengan visi pembangunan lima tahun ke depan dan menekankan bahwa revitalisasi tidak berhenti pada trotoar atau ornamen kota, melainkan menyentuh sistem aktivitas masyarakat yang selama ini menjadi sumber kepadatan kawasan," urainya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kajian teknis tengah disiapkan bersama Bapelitbangda Kota Batu untuk memetakan kebutuhan ruang dan konektivitas antar titik strategis pusat kota. Integrasi yang dimaksud mencakup koneksi pejalan kaki dari GOR Ganesha, kawasan alun-alun, hingga Batu Plaza.

Salah satu opsi konkret yang sedang dipertimbangkan adalah pemanfaatan aset pemerintah untuk parkir terpadu, termasuk kemungkinan relokasi kantor kelurahan agar lahannya bisa difungsikan ulang. Skema ini diproyeksikan mengurangi kemacetan sekaligus memberi ruang usaha yang lebih tertata bagi PKL.

"Meski sering dibandingkan dengan konsep heritage di Kayutangan Heritage, untuk pendekatan Batu tidak hanya sekadar meniru. Penataan akan disesuaikan karakter wilayah kota wisata berbasis alam dan pertanian di sekitar Kota Malang," imbuhnya.

Ia juga menyebut proses menuju Detail Engineering Design tetap berjalan sebelum implementasi fisik dilakukan. Namun realisasi proyek tidak lepas dari kendala anggaran. Heli mengingatkan gagasan revitalisasi sebenarnya sudah muncul sejak masa kepemimpinan Eddy Rumpoko, tetapi keterbatasan APBD dan kebijakan efisiensi membuat pengerjaan harus bertahap. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow