Diduga Akibat Keracunan Menu MBG, 5 Siswa Kediri Dirawat di Rumah Sakit
Kali ini, 5 orang siswa dari salah satu lembaga pendidikan usia dini dilaporkan terpaksa menjalani perawatan di RSUD Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri setelah mengalami pusing, mual dan muntah diduga usai menyantap menu MBG.
KEDIRI, SJP - Kasus dugaan keracunan menu makanan bergizi gratis (MBG) kembali muncul di wilayah Kediri. Kali ini, 5 orang siswa dari salah satu lembaga pendidikan usia dini dilaporkan terpaksa menjalani perawatan di RSUD Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri setelah mengalami pusing, mual dan muntah diduga usai menyantap menu MBG.
Kondisi tersebut dibenarkan Direktur UOBK RS SLG dr. Tony Widyanto. Kelima siswa PAUD, RA, dan MI Atta’awun, Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri itu, masih menjalani perawatan.
Namun sampai Selasa pagi dilaporkan dalam kondisi stabil, kondisi baik. "Kemarin ada 6 pasien, 1 pasien sudah kita pulangkan, 5 kita rawat. Kondisi pasien saat masuk mual muntah, kemudian sudah kita tangani kondisi terakhir sudah membaik. Sudah tidak mual muntah, sudah mau makan dan minum," tuturnya, Selasa (28/04/2026).
Terkait penyebab, dr Tony mengungkapkan dugaan sementara terkait keracunan. Rata-rata usia siswa yang dirawat sekitar dibawah 10 tahunan. Para siswa itu tiba di rumah sakit dalam kondisi yang masih sadar.
"Diagnosa kita duga adanya keracunan makanan," tambahnya.
Sementara itu, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri menegaskan melakukan evaluasi bersama Satgas MBG Kabupaten Kediri untuk melakukan pemeriksaan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri adalah dr. Ahmad Khotib menuturkan sample makanan dari menu MBG yang disajikan telah diambil untuk diperiksa di laboratorium.
"Akan kita lakukan evaluasi. Satgas akan turun ke sana, memeriksa apa yang bisa menyebabkan ituyang kedua," tutur dr Ahmad Khotib.
Sementara itu sambil menanti hasil tes laboratorium keluar, SPPG yang mengelola dan menyediakan menu MBG untuk sekolah tadi sementara akan ditutup.
"Sambil menunggu hasil laboratorium dan sebagainya SPPG, kita sudah kerjasama dengan Korwil BGN untuk meminta, menghentikan sementara, operasional SPPG sampai dengan nanti hasil laboratorium keluar," jelasnya.
Hal senada turut diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri yang juga Ketua Satgas MBG Kab Kediri Solikin.
“Satgas sudah turun dan cek ke SPPG dan operasional diberhentikan sementara,” tegas Solikin.
Sementara berdasarkan data yang dihimpun, menu MBG yang dibagikan kepada siswa pada Senin, (27/4/2026), terdiri dari terong crispy, ayam suwir kemangi, tahu goreng, salak, dan susu. Sejumlah siswa dilaporkan mengalami keluhan tiga jam setelah menyantap MBG.
Menurut informasi dari salah satu orang tua siswa, makanan berupa ayam suwir kemangi yang disantap para siswa diduga sudah basi.
SPPG yang bertugas mengelola dan menyajikan adalah SPPG Tugurejo Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah. Berdasarkan pantauan pada Selasa siang, SPPG tersebut dalam kondisi tertutup. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

