Cegah Peredaran Narkoba, Warga Binaan Lapas Bondowoso Dites Urine
Selain tes urine, tim gabungan juga melakukan penggeledahan di sel tahanan untuk mengantisipasi adanya gangguan keamanan di lingkungan Lapas.
BONDOWOSO, SJP – Guna mencegah peredaran narkoba di lingkungan lembaga pemasyarakatan, Lapas kelas II B Bondowoso melakukan tes urine dadakan kepada beberapa warga binaan yang ditengarai terindikasi memakai narkoba
Tes urine yang digelar pada Kamis (13/2/2025) malam tersebut, dikawal ketat oleh aparat gabungan dari TNI dan Polri. Namun, dari 24 orang yang diperiksa, tak satupun dari mereka positif narkoba.
Kepala Lapas Bondowoso, Nunus Ananto mengatakan, dari total 380 narapidana yang ada, memang tidak semuanya dites urine. Karena, pihak Lapas sendiri belum melakukan pengadaan dan alat tes urine tersebut bantuan dari RS Bhayangkara.
“Hasilnya negatif semua. Sedangkan untuk alat tes urine, kita sudah bersurat ke BNN, Kanwil dan ke Dirjen, tapi belum ada pengadaan, karena anggaran juga belum ada pencairan," ungkapnya.
Tes urine yang dilakukan setiap dua minggu sekali ini, kata Nunus, menjadi program prioritas untuk memastikan Lapas Bondowoso bebas dari peredaran narkoba, atau masuk dalam kategori Benar (Bebas Narkoba).
"Ini menjadi prioritas bagi kami, agar Lapas Bondowoso bersih dari peredaran narkoba,” terangnya.
Selain tes urine, tim gabungan juga melakukan razia ke semua kamar narapidana. Hasilnya, dtemukan seperti sabuk, sendok, paku, kawat, korek api, domino, parfum, alat cukur silet, serta kaca.
“Hal ini kami lakukan demi menjaga Lapas bersih dari narkoba dan memperkuat pengawasan terhadap barang barang terlarang. Sehingga tercipta rasa aman di dalam tahanan,” pungkasnya. (**)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

