Fakta Terungkap, Kecemburuan Jadi Motif Utama Pembunuhan Bhayangkari dan Anak Polisi di Nganjuk

Kecemburuan itu ditengarai adanya bukti chat korban yang diduga berencana akan rujuk dengan suaminya yang tak lain merupakan anggota polisi.

12 Dec 2025 - 14:30
Fakta Terungkap, Kecemburuan Jadi Motif Utama Pembunuhan Bhayangkari dan Anak Polisi di Nganjuk
Kasihumas Polres Nganjuk, Iptu Fajar Kurniadhi. (Foto: Kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP — Kasus dugaan pembunuhan yang menewaskan dua perempuan dan melukai satu korban lainnya di sebuah kamar kos, Jalan Mongonsidi, Kelurahan Payaman, Kabupaten Nganjuk, pada Selasa (25/11/2025) akhirnya menemui titik terang. 

Pihak kepolisian akhirnya mengungkap motif utama di balik tragedi berdarah yang tewaskan anggota Bhayangkari dan anak polisi tersebut. 

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Nganjuk, Iptu Fajar Kurniadhi, dalam keterangannya kepada awak media Jumat (12/12/2025), mengungkapkan bahwa pelaku, yang diidentifikasi berinisial DS, didorong oleh rasa cemburu yang kuat terhadap korban EN (41).

Kecemburuan itu ditengarai adanya bukti chat korban yang diduga berencana akan rujuk dengan suaminya yang tak lain merupakan anggota polisi. 

"Motif utama pelaku DS adalah cemburu yang mendalam terhadap korban. Hal ini diperkuat dari bukti chatting dengan pria yang ditemukan di ponsel korban," ungkap Fajar.

Tragedi tersebut terjadi di kamar kos korban, di mana EN dan anaknya meninggal dunia setelah diduga menghirup asap dari pembakaran yang dilakukan di dalam kamar.

Iptu Fajar menambahkan, pelaku DS dan korban EN saat kejadian masih menjalin hubungan asmara. 

"Pelaku masih menjalin hubungan dan berstatus pacar korban saat itu," tegas Fajar. 

Guna menghindari spekulasi yang tidak bertanggung jawab di masyarakat, pihak kepolisian memutuskan untuk mengumumkan poin-poin penting dari hasil penyelidikan. 

Proses penyidikan telah tuntas, dan per tanggal 4 Desember 2025, pelaku DS telah dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Nganjuk.

Terkait satu korban luka yang selamat, Fajar mengonfirmasi, kondisinya berangsur membaik dan saat ini dilakukan rawat jalan. "Kondisi korban yang terluka kini dalam rawat jala," sambungnya. 

Pengungkapan kasus ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan ketenangan kepada masyarakat Nganjuk setelah insiden tragis tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Polres Nganjuk memberikan konfirmasi jika korban adalah anggota Bhayangkari Polres Nganjuk yang masih aktif. 

Konfirmasi ini disampaikan oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Nganjuk, AKP Sukaca, saat dihubungi awak media.

"Benar, korban adalah istri dari anggota Polri yang aktif. Kami sangat berduka atas kejadian ini dan berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini," ujar AKP Sukaca, Rabu (26/11/2025) lalu. 

Korban EN (41) ditemukan meninggal dunia bersama putrinya, EJIE (22), dengan sejumlah luka tusuk. Sementara itu, satu korban lainnya, EDIM (18), yang juga merupakan anak dari EN, berhasil selamat. 

Polres Nganjuk bertindak cepat dan berhasil mengamankan pelaku berinisial DS (30), warga Desa Jogomerto, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk. 

Penangkapan dilakukan hanya dalam waktu sekitar dua jam setelah peristiwa dilaporkan. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow