Bisa Anonim, Mahasiswa Undika Kembangkan Aplikasi Aduan Sampah Liar yang Aman bagi Pelapor

Warga sering takut dicap pengadu saat melaporkan sampah liar, kondisi inilah yang melahirkan inovasi aplikasi LaporSampah.id dengan fitur anonim dan kamera GPS real time.

23 Sep 2025 - 22:58
Bisa Anonim, Mahasiswa Undika Kembangkan Aplikasi Aduan Sampah Liar yang Aman bagi Pelapor
Alexander Wibowo menunjukkan tampilan aplikasi inovasi LaporSampah.id yang dikembangkannya bersama tim untuk memudahkan warga melaporkan sampah liar secara aman dan transparan (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP — Perilaku buang sampah sembarangan masih saja ditemukan hingga kini, tidak terkecuali di kawasan perkotaan yang jumlahnya masyarakatnya terus bertambah akibat proses urbanisasi.

Ironisnya, upaya sebagian warga untuk melaporkan pelanggaran buang sampah sembarangan terkadang justru berbalik tidak menyenangkan, karena pelapor dianggap sebagai “pengadu”. Kondisi tersebut membuat masalah sampah liar semakin sulit ditangani dengan baik.

Melihat persoalan itu, sekelompok mahasiswa dari Universitas Dinamika (Undika) Surabaya menghadirkan inovasi baru bernama LaporSampah.id, sebuah platform warga untuk melaporkan, memantau, dan menuntaskan sampah liar secara aman dan transparan. 

Inisiatif tersebut digerakkan oleh Alexander Wibowo, mahasiswa S1 Sistem Informasi angkatan 2022, bersama tiga rekannya.

"Sampah.id adalah platform warga untuk melaporkan, memantau, dan menuntaskan sampah liar secara transparan, kolaboratif, dan edukatif," jelas Alexander, Selasa (23/9/2025).

Aplikasi itu dirancang untuk menjawab tiga persoalan utama mengenai pelaporan adanya tindak buang sampah sembarang, diantaranya:

  1. Sulitnya menemukan saluran pelaporan sampah yang mudah,
  2. Minimnya perlindungan identitas bagi pelapor,
  3. Kurangnya transparansi tindak lanjut pelaporan.

"Masyarakat sering takut dicap pengadu karena identitasnya tidak terlindungi, sementara tindak lanjut dari laporan juga jarang jelas," ujarnya.

Melalui aplikasi itu, masyarakat bisa mengirim laporan secara real time dengan bantuan fitur kamera ber-GPS. Fitur tersebut memastikan foto bukti sampah memuat lokasi dan waktu yang akurat. Pelapor pun bisa memilih untuk tetap anonim.

"Dengan fitur anonim, masyarakat bisa melapor tanpa takut dicap pengadu di lingkungannya. Identitasnya aman," tegas Alexander.

Selain menjadi sarana pelaporan, LaporSampah.id juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, komunitas, hingga relawan lingkungan. 

Alexander menyebut pihaknya siap menggandeng Dinas Kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), bahkan komunitas Non-Governmental Organization (NGO) peduli lingkungan seperti Pandawara.

"Kita bisa bekerja sama dengan pemerintah maupun komunitas, supaya laporan bisa langsung ditindaklanjuti," kata dia.

Saat ini, pengembangan aplikasi sudah mencapai 50 persen dan ditargetkan rampung dalam 1–2 bulan ke depan.

LaporSampah.id akan hadir dalam versi mobile untuk Android dan iOS, mengingat penggunaan smartphone yang terus meningkat di kalangan masyarakat.

Alexander berharap inovasi itu dapat menjadi jembatan komunikasi antara warga dengan pihak berwenang agar persoalan sampah liar di perkotaan bisa segera tertangani.

"Harapan kami, aplikasi ini bisa berjalan lancar dengan dukungan pemerintah, sehingga fungsi-fungsinya benar-benar membantu penyelesaian masalah sampah di kota besar," tutupnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow