Antisipasi Banjir Tahunan, BBWS Bersama BPBD dan Warga Bangun Tanggul di Sungai Tundo Malang
BPBD Kabupaten Malang bersama BBWS Surabaya dan warga Pujiharjo melakukan normalisasi Sungai Tundo melalui program padat karya untuk mengurangi risiko banjir.
MALANG, SJP — Upaya mitigasi bencana hidrometeorologi di wilayah selatan Kabupaten Malang terus diperkuat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Surabaya melakukan kegiatan normalisasi Sungai Tundo di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, pada Sabtu (18/10/2025), sebagai langkah preventif terhadap potensi luapan dan banjir tahunan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pengurangan risiko bencana berbasis infrastruktur alami dan rekayasa teknis.
Langkah tersebut fokus dalam mengoptimalkan daya tampung sungai sekaligus memperkuat struktur tanggul yang selama ini rentan terhadap erosi.
“Proses normalisasi Sungai Tundo saat ini telah mencapai sekitar 800 meter di sisi kanan dan kiri sungai, dengan dimensi lebar aliran mencapai 20 meter, tinggi tanggul antara 2,5 hingga 3 meter, dan lebar tanggul sekitar 3 meter,” terang Sadono, Ahad (19/10/2025).
Adapun pemasangan bronjong saat ini dilaksanakan secara swadaya melalui pola padat karya masyarakat, dengan bantuan material bronjong dari BBWS Surabaya. Pekerjaan tersebut telah menjangkau titik ketiga dengan panjang 5 meter dan tinggi 5 meter.
Hingga kini, jumlah bronjong yang telah terpasang mencapai 126 unit dengan total panjang keseluruhan 60 meter, yang berfungsi untuk memperkuat tebing serta menahan sedimentasi akibat derasnya aliran air.
"Pekerjaan pemasangan bronjong saat ini dilaksanakan secara swadaya padat karya masyarakat dengan bantuan bronjong dari BBWS," jelasnya.
Kegiatan ini melibatkan unsur BPBD Kabupaten Malang, BBWS Surabaya, Pemerintah Desa Pujiharjo, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi implementasi nyata dari prinsip community-based disaster risk reduction, yakni penanggulangan bencana berbasis pemberdayaan masyarakat.
Sadono menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rencana jangka menengah BPBD Kabupaten Malang dalam mewujudkan resiliensi lingkungan di kawasan rawan bencana, khususnya di wilayah Malang Selatan yang memiliki kontur topografi curam dan aliran sungai berarus deras.
Dengan terlaksananya program normalisasi ini, BPBD Kabupaten Malang berharap, stabilitas tanggul terjaga, serta risiko banjir berulang dapat ditekan secara berkelanjutan.
“Harapannya, infrastruktur yang dibangun ini bukan hanya menanggulangi banjir, tetapi juga mendukung ketahanan lingkungan dan keselamatan masyarakat Pujiharjo dalam jangka panjang,” pungkas Sadono.
Sebagai latar, Sungai Tundo di Desa Pujiharjo selama ini dikenal sebagai salah satu titik kritis penyebab banjir tahunan. Berdasarkan berita dari media ini (27 September 2025), sungai ini kerap meluap akibat pendangkalan dan sedimentasi.
Bahkan pada pertengahan Juni 2025 lalu, hujan berintensitas tinggi menyebabkan luapan Sungai Tundo menutup akses jalan desa lebih dari 10 jam. (*)
Editor: Danu S
What's Your Reaction?

