Waspada Overheating! Ponsel Meledak Saat Dicas di Atas Kasur, Rumah di Mojokerto Terbakar

Secara teknis, proses pengisian daya baterai litium-ion pada ponsel selalu menghasilkan energi panas. Ketika ponsel diletakkan di atas permukaan lembut seperti kasur, bantal, atau sofa, panas tersebut terperangkap dan tidak dapat bersirkulasi dengan baik.

30 May 2026 - 11:30
Waspada Overheating! Ponsel Meledak Saat Dicas di Atas Kasur, Rumah di Mojokerto Terbakar
Petugas pemadam kebakaran saat memadamkan api diduga karena ledakan ponsel. (BPBD for SJP)

MOJOKERTO, SJP — Kelalaian kecil dalam mengisi daya baterai telepon seluler (ponsel) kembali memicu bencana kebakaran hebat. 

Sebuah rumah di Dusun Buri, Desa Jantilangkung, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, hangus dilalap si jago merah pada Jumat (29/5/2026). 

Insiden tragis tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat mengenai risiko meninggalkan ponsel dalam kondisi tersambung ke arus listrik di atas permukaan yang mudah terbakar.

Peristiwa kebakaran yang melanda kediaman milik Heri Purwanto tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 08.05 WIB. Berdasarkan investigasi awal, api diduga kuat berasal dari sebuah ponsel milik keponakan pemilik rumah yang ditinggalkan dalam posisi mengisi daya (charging) di atas kasur sejak pagi hari.

Kondisi kasur yang bersifat isolator panas disinyalir membuat suhu ponsel meningkat drastis (overheating) hingga akhirnya baterai meledak dan mengeluarkan percikan api.

"Ponsel itu milik keponakan saya dan dicas sejak pagi. Diduga kuat api muncul ketika baterai ponsel tersebut meledak, kemudian apinya langsung menyambar kasur di dalam kamar," ujar Heri Purwanto.

Saat ledakan terjadi, kondisi rumah dalam keadaan kosong karena seluruh anggota keluarga sedang beraktivitas di luar rumah. 

Tiadanya penghuni di lokasi membuat kobaran api dengan cepat membesar, melumat kasur, dan merembet ke struktur bangunan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, menjelaskan bahwa pihak pemadam kebakaran (damkar) bergerak setelah menerima laporan darurat dari warga setempat.

"Kami menerima laporan dari masyarakat yang meminta bantuan evakuasi dan pemadaman. Satu unit armada Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Mojokerto langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan upaya lokalisasi api dan pembasahan," kata Rinaldi.

Amukan api dilaporkan menghanguskan area utama bangunan beserta seluruh perabotan rumah tangga di dalamnya. 

Berdasarkan asesmen tim di lapangan, total area yang terdampak kebakaran mencapai kurang lebih 8 x 5 meter persegi, dengan kerusakan paling parah melanda dua kamar tidur utama.

Proses penjinakan api berlangsung dramatis dan membutuhkan waktu hampir satu jam. Selain mengandalkan satu unit truk PMK BPBD, upaya pemadaman ini juga melibatkan sinergi dari personel Polsek Pungging, Koramil, potensi relawan, serta gotong royong warga sekitar yang mencoba memutus perambatan api dengan alat seadanya.

"Api akhirnya berhasil dipadamkan secara total pada pukul 09.00 WIB. Beruntung, karena rumah dalam posisi kosong, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Sementara untuk taksiran kerugian material, saat ini masih dalam tahap penghitungan oleh tim terkait," pungkas Rinaldi.

Mengapa Kasur dan Ponsel Menjadi Kombinasi Berbahaya?

Secara teknis, proses pengisian daya baterai litium-ion pada ponsel selalu menghasilkan energi panas. Ketika ponsel diletakkan di atas permukaan lembut seperti kasur, bantal, atau sofa, panas tersebut terperangkap dan tidak dapat bersirkulasi dengan baik.

Akibatnya, terjadi akumulasi panas ekstrem (thermal runaway) yang dapat merusak dinding sel baterai, memicu korsleting, hingga menyebabkan ledakan yang langsung menyambar material kain atau busa kasur yang sangat mudah terbakar. 

Memastikan ponsel dicas di atas permukaan keras dan datar seperti meja kayu atau lantai adalah langkah preventif untuk menghindari tragedi serupa. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow