Depresi, Pemuda Mojokerto Tewas Gantung Diri di Rumah Sang Kakek

Sejak kedatangan di rumah kakeknya, gerak-gerik korban menunjukkan gelagat yang tidak biasa. MA lebih banyak menghabiskan waktu dengan mengurung diri di dalam kamar.

30 May 2026 - 10:00
Depresi, Pemuda Mojokerto Tewas Gantung Diri di Rumah Sang Kakek
Ilustrasi gantung diri. (Foto: Tiwanda/SJP)

MOJOKERTO, SJP — Sebuah tragedi memilukan terjadi di Dusun Peneleh, Desa Mojokarang, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. 

Seorang pemuda berinisial MA (25) ditemukan tewas akibat gantung diri di dalam kamar mandi rumah kakeknya pada Kamis (28/5/2026). 

Korban diduga kuat nekat mengakhiri hidupnya lantaran mengalami depresi berat yang berkepanjangan.

Aparat kepolisian dari Polsek Dlanggu bersama Tim Inafis Polres Mojokerto langsung diterjunkan ke lokasi begitu menerima laporan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi guna memastikan kronologi peristiwa.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, korban yang tercatat sebagai warga Dusun Pandaan, Desa Kepuharun, Kecamatan Kutorejo ini, sebenarnya baru saja tiba dan menginap di rumah kakeknya, Ngatemo, sejak Rabu, (27/5/2026).

Sejak kedatangannya, gerak-gerik korban menunjukkan gelagat yang tidak biasa. MA lebih banyak menghabiskan waktu dengan mengurung diri di dalam kamar.

"Pada hari Kamis, kakek korban sempat mengajaknya untuk menunaikan salat zuhur bersama dan makan siang. Namun, setelah itu korban kembali mengunci diri di dalam kamar," ujar Kapolsek Dlanggu, AKP Aminun, Sabtu, (30/5/2026). 

Misteri hilangnya MA mulai terkuak sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, salah seorang anggota keluarga hendak menggunakan fasilitas kamar mandi. 

Curiga karena pintu terkunci dari dalam dan tidak ada respons, saksi kemudian memeriksa kondisi di dalam dan mendapati korban sudah dalam posisi menggantung.

Melihat pemandangan menakutkan tersebut, pihak keluarga langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Mereka bergegas menurunkan tubuh korban dengan harapan nyawanya masih bisa diselamatkan, namun kondisi tubuh MA didapati sudah dalam keadaan kaku.

Pihak kepolisian segera berkoordinasi dengan kepala desa setempat dan meneruskan laporan ke Tim Inafis Polres Mojokerto. 

Dari hasil penyelidikan sementara dan pemeriksaan rekam jejak perilaku korban, MA diketahui memiliki riwayat gangguan psikologis yang cukup serius.

Menurut penjelasan AKP Aminun, berdasarkan penuturan pihak keluarga, korban sering kali menunjukkan gejala depresi berat dan sering merasa ketakutan tanpa alasan yang jelas, ecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial dan mengurung diri, kondisi mental yang sering linglung, bahkan, korban tercatat pernah pergi meninggalkan rumah tanpa kabar selama tiga hari berturut-turut.

Setelah dilakukan identifikasi fisik di lokasi kejadian dan tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan psikis maupun fisik yang mengarah pada tindak kriminalitas, polisi menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga.

Pihak keluarga MA menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni dengan ikhlas. Mereka juga secara resmi menandatangani surat pernyataan menolak untuk dilakukannya proses autopsi lebih lanjut terhadap jasad korban. (*) 

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, memiliki kecenderungan depresi, atau muncul pemikiran untuk mengakhiri hidup, segera hubungi tenaga profesional seperti psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat.

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow