Bangunan Pesantren di Sidoarjo Ambruk, Diduga Akibat Pengecoran Lantai Atas

Bangunan lantai empat pesantren di Sidoarjo ambruk saat santri melaksanakan salat ashar, diduga menimbun hingga ratusan orang.

29 Sep 2025 - 19:22
Bangunan Pesantren di Sidoarjo Ambruk, Diduga Akibat Pengecoran Lantai Atas
Bangunan asrama atau Musala Pondok Pesantren Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, ambruk diduga akibat pengecoran lantai empat (Istimewa)

SURABAYA, SJP – Bangunan asrama putra dan Musala Pondok Pesantren Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, ambruk pada Senin sore (29/9/2025). Ambruknya bangunan pesantren diduga akibat tidak mampu menahan beban saat melakukan pengecoran di lantai 4 sehingga bangunan runtuh hingga ke lantai dasar.

Diketahui, aktivitas pengecoran telah berlangsung sejak pagi, menjelang sore sekitar pukul 14.40 WIB, bangunan mengalami keruntuhan dari lantai paling atas hingga menimpa area bawah. Saat insiden berlangsung, sejumlah santri diketahui sedang melaksanakan salat di lantai dasar yang dimanfaatkan sebagai Musala.

Ketua Basarnas Surabaya, Nanang Sigit, menyebut pihaknya langsung mengerahkan dua tim dengan total 13 personel ke lokasi. Tim pertama melakukan pemetaan awal dan mendeteksi dua korban selamat di bawah reruntuhan.

"Kami langsung bergerak cepat setelah mendapat laporan. Tim pertama melakukan assessment dan menemukan tanda-tanda dua korban yang masih hidup. Untuk mempercepat evakuasi, kami mengirim tim kedua dengan membawa peralatan ekstrikasi," ucap Nanang, Senin (29/9/2025).

Ia menambahkan, fokus utama tim SAR gabungan adalah evakuasi aman bagi korban maupun personel yang melakukan evakuasi. Hal tersebut dikarenakan akses menuju gedung yang runtuh cukuo sulit akibat lokasinya berada di area belakang pondok pesantren.

"Fokus kami saat ini adalah bagaimana secepat mungkin mengevakuasi korban dengan tetap memperhatikan keselamatan tim di lapangan. Data korban akan kami sampaikan setelah proses evakuasi selesai," tandas Nanang.

Diketahui petugas mulai melakukan upaya evakuasi pada pukul 17.15 WIB ditengah kondisi hujan. Aparat juga terlihat telah memasang garis polisi agar proses evakuasi berjalan lancar.

Getaran Terasa Hingga Jarak 50 meter

Sementara itu, Munir, selaku Ketua RT setempat, mengungkapkan bahwa dirinya mendengar suara gemuruh pada pukul 15.00 wib, dan saat dirinya menuju ke sumber suara, gedung asrama putra Ponpes Al-Khoziny sudah ambruk.

"Jam 3 terdengar suara gemuruh dari rumah saya yang jaraknya sekitar 50 meter. Saya langsung keluar rumah dan langsung melihat debu hitam. Saya langsung datang ke pondok, ternyata sudah banyak warga yang berlarian," ungkap Munir.

Dirinya menjelaskan bahwa bangunan yang runtuh adalah Musala yang digunakan oleh anak-anak pesantren, sementara warga memiliki Musala sendiri yang lokasinya tidak jauh dari lokasi kejadian.

Hingga pukul 19.00 wib, Munir mengonfirmasi bahwa sudah ada tiga korban luka yang telah berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan dan akan berlanjut hingga malam. Beberapa peralatan berat seperti ekskavator.

Selain Basarnas, unsur pemerintah daerah juga hadir memantau langsung situasi. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak datang sekitar pukul 17.00 WIB bersamaan dengan kedatangan tim SAR.

Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Subandi serta Mimik Idayana, juga berada di lokasi. Sejumlah ambulans, lebih dari 20 unit, disiagakan untuk mengevakuasi korban. Sebagian korban luka telah dibawa ke RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo dan RSI Siti Hajar.

Hingga berita ini ditulis, jumlah pasti korban luka maupun jiwa akibat ambruknya bangunan belum bisa dipastikan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow