Warga Malang Diminta Bersiap Hadapi Cuaca Dingin Musim Kemarau

BMKG mengimbau warga Malang bersiap menghadapi suhu dingin musim kemarau hingga September 2025. Suhu bisa turun hingga 14°C, terutama saat dini hari.

16 Jul 2025 - 09:02
Warga Malang Diminta Bersiap Hadapi Cuaca Dingin Musim Kemarau
Ilustrasi fenomena bediding. (Foto: Istimewa)

MALANG, SJP—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah Malang Raya untuk bersiap menghadapi penurunan suhu udara yang signifikan selama musim kemarau.

Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga September 2025. Masyarakat mengenal fenomena ini dengan istilah bediding.

Menurut prakirawan dari Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Linda Firotul, suhu udara bisa turun hingga mencapai 14 derajat Celsius, terutama menjelang pagi hari. Kondisi tersebut lazim terjadi pada puncak musim kemarau.

“Fenomena ini masih dalam kategori normal dan biasanya terjadi selama musim kemarau, antara Juli sampai September,” kata Linda pada Selasa (15/7/2025).

Dia menjelaskan, penurunan suhu ini disebabkan oleh angin timuran yang membawa udara kering dan dingin. Selain itu, cuaca yang cerah pada malam hari menyebabkan panas dari permukaan tanah cepat menghilang. Sehingga suhu menjadi lebih rendah saat dini hari.

“Kalau malam hari langit cerah. Panas yang tersimpan di permukaan bumi cepat terlepas. Itu sebabnya suhu dini hari bisa sangat dingin,” jelasnya.

Walaupun saat ini kondisi suhu belum tergolong ekstrem, BMKG memperkirakan penurunan suhu akan mencapai titik terendah pada bulan Agustus, dengan suhu minimum diprediksi antara 14 hingga 15 derajat Celsius.

“Belum ekstrem, tetapi kami prediksi Agustus akan jadi puncaknya. Bisa lebih dingin dari sekarang,” ujar Linda.

BMKG juga memberikan peringatan kepada para pelaku sektor peternakan. Terutama peternak unggas, agar mewaspadai dampak dari cuaca dingin ini. Perubahan suhu secara drastis bisa mengganggu kesehatan hewan ternak.

Di samping itu, petani di daerah pegunungan juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Munculnya embun es saat suhu turun drastis dapat merusak tanaman. Bahkan menyebabkan tanaman mati.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan tubuh selama periode bediding. Dianjurkan untuk mengenakan pakaian hangat, menjaga asupan cairan tubuh, dan mengonsumsi vitamin guna menjaga daya tahan tubuh tetap baik. (**)

Sumber: Beritasatu.com

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow