Waspadai Stratus (XFG), Varian Covid-19 dengan Penularan Cepat dan Gejala Ringan

Stratus (XFG) adalah varian baru Covid-19 dari keluarga Omicron yang menyebar cepat di Indonesia sejak awal 2025. Gejalanya cenderung ringan seperti suara serak, pilek, dan sakit kepala. Meski tidak lebih berbahaya, tetap perlu waspada dan menerapkan protokol kesehatan.

29 Jul 2025 - 11:06
Waspadai Stratus (XFG), Varian Covid-19 dengan Penularan Cepat dan Gejala Ringan
Ilustrasi Covid-19 Stratus.(Istimewa)

SUARAJATIMPOST.COM—Varian baru Covid-19 yang dinamakan Stratus (XFG) saat ini sedang menyebar luas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Varian ini berasal dari kelompok Omicron dan pertama kali terdeteksi pada awal tahun 2025.

Meski belum ditemukan bukti bahwa varian ini lebih berbahaya dari varian sebelumnya, Stratus menarik perhatian karena penyebarannya yang tergolong sangat cepat.

Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tanggal 25 Juni 2025, Stratus dikategorikan sebagai variant under monitoring (VUM) karena mengalami peningkatan kasus yang signifikan di beberapa negara seperti Indonesia, Inggris, dan wilayah Asia Tenggara lainnya.

Varian ini mengalami perubahan (mutasi) pada bagian protein spike virus, yang memungkinkan virus lebih mudah masuk ke dalam tubuh manusia, bahkan pada orang yang sudah divaksin atau pernah terinfeksi sebelumnya. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda bahwa Stratus menimbulkan gejala lebih parah dibandingkan varian sebelumnya seperti Nimbus (NB.1.8.1).

Kementerian Kesehatan RI mencatat bahwa pada bulan Juni 2025, Stratus telah menjadi varian dominan, dengan 291 kasus dari 12.853 spesimen yang diperiksa hingga Juli 2025. Ini berarti seluruh kasus Covid-19 yang tercatat berasal dari varian ini.

Meskipun demikian, Kemenkes menyatakan bahwa risiko yang ditimbulkan oleh varian Stratus tergolong rendah. Pengawasan tetap diperketat di daerah yang mencatat jumlah kasus tinggi, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Pemantauan juga dilakukan secara ketat di rumah sakit dan di titik masuk internasional seperti bandara dan pelabuhan, melalui sistem sentinel.

Hingga kini, peningkatan kasus belum berdampak besar terhadap kapasitas layanan kesehatan. Namun, kewaspadaan tetap dibutuhkan, terutama untuk mengenali gejala lebih awal dan mencegah penyebaran.

Beberapa gejala yang biasa ditemukan pada orang yang terinfeksi varian Stratus sedikit berbeda dari varian sebelumnya. Gejala utama yang sering dikeluhkan antara lain:

  • Suara serak atau perubahan suara
  • Hidung tersumbat atau pilek
  • Sakit kepala ringan hingga sedang
  • Demam dengan suhu tidak terlalu tinggi
  • Rasa lelah yang muncul tiba-tiba
  • Sakit tenggorokan

Gejala seperti hilangnya kemampuan mencium bau atau merasakan makanan, yang sering muncul pada varian sebelumnya, kini jarang ditemukan pada Stratus.

Bagi orang yang telah divaksinasi lengkap, gejala umumnya ringan. Namun, kelompok yang lebih rentan seperti lansia, anak kecil, serta penderita penyakit kronis seperti diabetes atau gangguan ginjal, tetap perlu berhati-hati.

Meskipun varian Stratus belum menunjukkan tingkat keparahan yang tinggi, upaya pencegahan tetap menjadi langkah penting. Beberapa hal yang dianjurkan untuk dilakukan:

  1. Gunakan masker, terutama saat berada di tempat ramai atau ruang tertutup.
  2. Tetap lakukan vaksinasi sesuai anjuran. Meskipun varian ini bisa menghindari sebagian antibodi, vaksin tetap membantu mencegah gejala berat.
  3. Segera lakukan tes jika mengalami gejala seperti suara serak atau pilek, dan lakukan isolasi minimal lima hari atau sampai gejala hilang.
  4. Rajin mencuci tangan dengan sabun atau memakai hand sanitizer setelah beraktivitas di tempat umum.
  5. Hindari kerumunan dan batasi aktivitas di tempat yang tidak memiliki ventilasi baik.
  6. Perkuat daya tahan tubuh dengan makan makanan bergizi, berolahraga secara teratur, dan cukup istirahat.
  7. Gunakan aplikasi SatuSehat untuk mencatat riwayat kesehatan, terutama jika sering bepergian atau baru kembali dari luar negeri.

Varian Stratus (XFG) merupakan salah satu subvarian Covid-19 yang saat ini menyebar cepat di Indonesia. Gejalanya tergolong ringan, dengan tanda utama seperti suara serak dan pilek. Meskipun tidak lebih berbahaya, masyarakat tetap diimbau untuk menjaga kewaspadaan dan menjalankan protokol kesehatan guna mencegah penularan lebih lanjut. (**)

Sumber: Beritasatu.com
Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow