Terpapar Mikroplastik, Dokter Temukan Banyak Penyakit Kronis di Pekerja Sampah Gresik
Sehari-hari berjibaku dengan sampah, kesejahteraan dan perlindungan pekerja yang rentan penyakit ini sangat diperlukan untuk keberlangsungan mereka.
GRESIK, SJP - Temuan berbagai penyakit kronis ditemukan banyak terhadap para pekerja sampah di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Hal itu diketahui saat pemeriksaan kesehatan gratis sebanyak 110 pekerja sampah perempuan yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik dan stakeholder beberapa waktu lalu.
Pemenuhan kesejahteraan dan perlindungan pekerja yang rentan penyakit ini sangat diperlukan untuk keberlangsungan mereka.
"Kita temukan itu banyak penyakit kronis seperti sakit gula darah, kolesterol, darah tinggi, dan sebagainya. Jadi lebih ketidak seimbangan kadar komponen darah. Itu dari hasil pemeriksaan sederhana yang kita lakukan," kata Dokter pemeriksaan kesehatan gratis dari Universitas Widya Mandala, Alvin Julian, Ahad (7/12/2025).
Alvin mengatakan, temuan penyakit terhadap pekerja sampah ini berkaitan dengan jumlah usia dan pola hidup sehari-hari. Pemeriksaan kesehatan gratis dilakukan dengan pekerja sampah perempuan berusia 20 sampai lanjut usia (lansia) 75 tahun.
Menurut dia, penyakit kronis itu memang tidak langsung dapat sembuh. Namun pekerja sampah dapat mengontrol penyakit itu setelah diketahui melalui pemeriksaan kesehatan. Para pekerja bisa mengantisipasi sedini mungkin penyakit kronis sebelum parah.
"Karena di Indonesia ini kan memang minim sekali kesukarelaan untuk mau memeriksa diri, meskipun sedang sehat," jelasnya.
Lanjut Alvin, pihaknya juga mengimbau kepada para pekerja sampah untuk waspada terhadap resiko penyakit hepatitis B dan infeksi tetanus. Resiko itu bisa terjadi di mana saja, terutama bagi mereka yang bekerja di bagian akhir pengolahan sampah atau limbah.
Penyakit hepatitis B merupakan bentuk infeksi memperparah gagal hati yang seharusnya berfungsi untuk detoksifikasi menyaring racun didalam tubuh. Kalau fungsi hati sudah terganggu, ia mengungkap racun didalam tubuh tidak akan bisa tersaring dengan baik. Akhirnya menjadi racun bagi tubuh sendiri.
Tapi kalau tetanus, lanjut Alvin, adanya infeksi kuman yang menimbulkan efek kepada kram otot. Paling berbahaya jika kran otot berada di sekitar pernafasan yang bisa menyebabkan kematian mendadak.
"Oleh karena itu makanya penting untuk kita melakukan pemeriksaan kesehatan," pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, pekerja sampah perempuan di Kabupaten Gresik menjadi sorotan saat ditemukan partikel mikroplastik didalam tubuhnya. Selain bahan kimia tersebut, mereka juga rentan terkena pecahan kaca, paku, hingga tusuk sate yang dapat beresiko tinggi tetanus. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

