Warga Datangi Inspektorat Nganjuk, Pertanyakan Kasus Kades Ngadiboyo dan Ancam Lapor Presiden Prabowo

Aksi warga ini menambah sorotan terhadap kinerja pengawasan aparatur pemerintah daerah, sekaligus menjadi sinyal bahwa masyarakat kini lebih berani menyuarakan aspirasi mereka secara langsung ke pusat kekuasaan jika merasa diabaikan.

15 Jul 2025 - 21:46
Warga Datangi Inspektorat Nganjuk, Pertanyakan Kasus Kades Ngadiboyo dan Ancam Lapor Presiden Prabowo
Tokoh Desa Ngadiboyo Mbh wiji di Kantor Ispektorat Nganjuk (kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP - Mbah Waji (60), warga Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, nekat mendatangi kantor Inspektorat Kabupaten Nganjuk seorang diri, pada Selasa (15/7/2025).

Maksud kedatangannya yaitu untuk mempertanyakan perkembangan laporannya terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) Ngadiboyo.

Mbah Waji mengaku kecewa karena laporan yang telah dilayangkan beberapa waktu lalu belum menunjukkan progres yang jelas. 

Dia menuntut agar Inspektorat dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk segera menindaklanjuti laporan tersebut sesuai prosedur yang berlaku.

“Saya datang sendiri karena tidak ada kejelasan sampai sekarang. Kalau memang tidak ada tindakan sampai tanggal 20 Juli ini, saya siap datang ke Jakarta dan menemui Presiden Prabowo langsung. Kalau perlu, saya juga akan laporkan Inspektorat dan Kejari,” tegasnya, usai keluar dari gedung Inspektorat Nganjuk, Selasa (15/7/2025).

Menurut Mbah Waji, dugaan pelanggaran yang dilakukan Kades Ngadiboyo sudah meresahkan warga. Namun belum ada tanda-tanda penyelesaian dari pihak berwenang.

Oleh karena itu, pria yang sudah beruban itu menuntut transparansi dan keadilan agar dari aparat penegak hukum (APH) agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tidak hilang.

"Sudah dua kali, kenapa tidak ada tindakan. Apa takut. Apalagi kasus ini sudah ditangani Kejari dan dilempar ke Inspektorat. Ada apa?," kesalnya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Nganjuk, Mohammad Yasin, mengaku telah memproses laporan Mbah Waji. Namun, banyak aduan yang diurusnya, bukan hanya laporan Mbah Waji.

"Bukan tidak ditindaklanjuti. Kami juga banyak aduan. Karena anggota kami, bukan tidak bisa menangani. Karena itu harus ada dispensus, tidak semuanya ke sana," kata Yasin.

Dari investigasi wartawan Suarajatimpost ke Desa Ngadiboyo Kecamatan Rejoso hanya ditemui perangkat desa dan staf, salah seorang perangkat desa. Jogotirto, saat ditemui mengatakan, Kades Ngadiboyo sedang tidak berada di tempat, setiap jam 09.00 WIB sudah pergi.

"Maaf mas, Kades sudah tidak di kantor," singkat Jogotirto.

Disinggung, apa tidak pernah ngantor, ia menjawab, terkadang ngantor. Namun, pihaknya mengatakan, untuk urasan di desa berjalan seperti biasanya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow