Warga dan Keluarga Korban Pembunuhan SMA di Jombang Tuntut Pelaku Dihukum Berat

Selain apresiasi pengungkapan kasus, warga juga menyinggung pengaruh minuman keras dan konten media sosial yang menayangkan konten sadisme.

15 Feb 2025 - 13:29
Warga dan Keluarga Korban Pembunuhan SMA di Jombang Tuntut Pelaku Dihukum Berat
Kunjungan Wakapolres Jombang Kompol Christian Bagus Yulianto ke rumah keluarga korban. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP - Langkah kepolisian dalam mengungkap kasus pembunuhan siswi SMA di Jombang mendapat respons positif dari warga.

Kekejian para pelaku terhadap korban membuat warga tak kuasa menahan amarah. Seiring dengan itu, warga mengapresiasi kinerja aparat penegak hukum (APH).

Akh Kamaluddin, warga Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang menyayangkan terjadinya peristiwa tersebut.

Penemuan mayat di desanya membuat gempar warga dan bertanya-tanya motif di balik pembunuhan dan penemuan mayat perempuan di sungai. 

"Menyayangkan sekali terjadinya pembunuhan gadis SMA tersebut," ucap Kamal kepada wartawan, Sabtu (15/2/2025). 

Pria yang menjabat wakil ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pacarpeluk ini mengapresiasi langkah Polres Jombang yang segera bertindak.

Polisi hingga berhasil mengungkap pelaku dalam waktu singkat. Bahkan polisi tidak segan untuk menghadiahi pelaku dengan timah panas.

"Terungkapnya pelaku saya merasa senang, mengapresiasi kinerja polisi cepat mengungkap kasus. Satu di antara tersangka mendapatkan tembakan pada kaki yang itu menunjukkan ketegasan polisi," ujarnya.

Menurut Kamal, ada dua kemungkinan yang dapat mendorong pelaku berbuat keji terhadap korban. Sebelum beraksi, pelaku melakukan pesta minuman keras (miras).

Pelaku merupakan satu orang dewasa dan dua orang pemuda. Mereka melakukan aksi penganiayaan dan pemerkosaan terhadap korban di bawah pengaruh alkohol.

Tidak hanya karena pengaruh alkohol, tindakan keji pelaku juga bisa dimungkinkan oleh efek dari tontonan di media sosial (medsos) yang menampilkan tayangan berbau sadisme dan arogansi.

Untuk itu, para konten kreator diharapkan untuk selalu berhati-hati saat membuat konten. Karena apa yang kita buat berdampak kepada masyarakat.

"Seharusnya tuntutan jadi tuntunan, tontonan jadi hiburan. Namun sekarang ini tuntunan jadi hiburan dan tontonan jadi tuntunan," ujar Kamal.

Hal senada juga disampaikan oleh keluarga korban saat jajaran Polres Jombang mengunjungi rumah duka di Desa Sebani, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang.

Keluarga terang-terangan mengaku sakit hati kepada para pelaku yang telah tega melakukan menganiaya, memperkosa hingga membunuh korban.

“Kami berterima kasih kepada kepolisian yang telah menangkap pelaku. Kami berharap mereka dihukum seberat-beratnya agar keadilan bisa ditegakkan,” ujar Suwari (55) paman korban.

Sementara itu, Wakapolres Jombang, Kompol Christian Bagus Yulianto bersama Kapolsek Sumobito dan sejumlah personil Polres Jombang mengunjungi keluarga korban di rumah duka.

Kunjungan jajaran Polres Jombang ingin menyampaikan rasa belasungkawa dan memastikan pihaknya akan bekerja keras untuk menuntaskan pengungkapan kasus pembunuhan ini.

“Kami turut berduka cita atas kejadian ini. Polres Jombang berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini secepat mungkin dan memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya,” ungkap Kompol Christian.

Sebelumnya, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak Kepolisian. 

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk mengaktifkan kembali Sistem Kemanan Lingkungan (Siskamling) di desa-desa.

"Polisi juga mengajak warga untuk turut berperan dalam menjaga keamanan lingkungan serta segera melaporkan jika mengetahui informasi yang berkaitan dengan kasus ini," tandasnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow