Warga Blitar Ciptakan Kompor Berbahan Bakar Oli Bekas di Tengah Kelangkaan Elpiji
Inovasi tersebut dikembangkan oleh Andi, warga Dusun Dawung, Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben. Ia berhasil merancang kompor berbahan bakar oli bekas dan minyak goreng sisa yang kini mulai dimanfaatkan warga sekitar sebagai pengganti elpiji.
BLITAR, SJP - Kelangkaan gas elpiji yang belakangan dirasakan masyarakat di sejumlah daerah mendorong munculnya berbagai alternatif bahan bakar.
Di Kabupaten Blitar, seorang warga justru menghadirkan solusi tak biasa dengan memanfaatkan limbah sebagai sumber energi untuk memasak.
Inovasi tersebut datang dari Andi, warga Dusun Dawung, Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben. Ia berhasil merancang kompor berbahan bakar oli bekas dan minyak goreng sisa yang kini mulai dimanfaatkan warga sekitar sebagai pengganti elpiji.
Kompor rakitan Andi memiliki desain sederhana dengan rangka besi dan tungku pembakaran di bagian tengah. Meski menggunakan bahan bakar limbah, api yang dihasilkan tergolong stabil dan berwarna biru, menyerupai kompor gas pada umumnya.
"Awalnya karena kesulitan mendapatkan gas elpiji, jadi saya coba memanfaatkan bahan yang ada di sekitar," ujarnya, Selasa (21/4/2026)
Ia menjelaskan, dalam sekali pengisian bahan bakar, kompor tersebut mampu digunakan hingga kurang lebih setengah hari. Ketahanan itu dinilai cukup efisien untuk kebutuhan memasak rumah tangga sehari-hari.
Selain mudah digunakan, bahan bakar yang dipakai juga mudah didapat. Oli bekas dari bengkel maupun minyak jelantah yang biasanya dibuang kini bisa dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi alternatif.
Seiring berjalannya waktu, kompor buatan Andi mulai dikenal luas. Permintaan tidak hanya datang dari wilayah Blitar, tetapi juga dari luar daerah hingga luar pulau.
"Pesanan ada beberapa ada yang datang dari luar pulau. Dari Kaltim, dan saya mengirim kesana," jelas dia.
Dengan harga sekitar Rp450 ribu per unit, kompor ini dinilai cukup terjangkau bagi masyarakat yang membutuhkan solusi memasak di tengah kondisi elpiji yang sulit diperoleh.
Andi berharap inovasinya dapat membantu masyarakat agar tidak sepenuhnya bergantung pada gas elpiji. Selain menjadi alternatif yang ekonomis, penggunaan limbah sebagai bahan bakar juga dinilai mampu mengurangi pencemaran lingkungan. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

