Kerugian Akibat Kebakaran MTsN 1 Kota Kediri Diperkirakan Rp 1,3 Miliar

Api yang melalap MTSN 1 Kota Kediri mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Dari data Damkar Kota Kediri, kerugian diperkirakan mencapai angka Rp 1,3 Miliar. Sementara nilai aset yang berhasil selamat dari api, diperkirakan sebesar Rp 50 miliar.

13 Jun 2026 - 22:13
Kerugian Akibat Kebakaran MTsN 1 Kota Kediri Diperkirakan Rp 1,3 Miliar
Petugas saat pembasahan bangunan MTsN 1 kota Kediri ( foto : putra)

KEDIRI, SJP - Api yang melalap MTSN 1 Kota Kediri mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Dari data Damkar Kota Kediri, kerugian diperkirakan mencapai angka Rp 1,3 Miliar. Sementara nilai aset yang berhasil selamat dari api, diperkirakan sebesar Rp 50 miliar. 

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Kediri, Dhani Adi Projo menuturkan petugas bergerak cepat setelah menerima laporan darurat sehingga api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke bangunan lainnya.

“Begitu menerima laporan melalui layanan darurat 112, tim langsung bergerak menuju lokasi. Berkat respons cepat petugas dan dukungan berbagai pihak, api berhasil dipadamkan dengan aman dan lancar sehingga tidak merambat ke area yang lebih luas. Yang terpenting, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Dhani Sabtu (13/6/2026). 

Sebelumnya, api melalap bangunan MTsN 1 Kota Kediri, Jumat, (12/06/2026) petang. Menurut warga sekitar api mulai terlihat sekitar pukul 18.00 dari bangunan sekolah berlokasi di Jalan Raung, Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri tersebut. 

Enam armada pemadam kebakaran diterjunkan untuk menaklukkan api, termasuk 2 armada bantuan dari Damkar Kabupaten Kediri.

Saat proses pemadaman api, di wilayah sekitar sekolah juga sempat dilakukan pemadaman listrik. Api sendiri berhasil dijinakkan pada sekitar pukul 19.00, namun petugas tetap melakukan pembasahan di ruangan yang terbakar untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.  

Kepala Kemenag Kota Kediri Ahmad Zamroni mengungkapkan peristiwa kebakaran itu terjadi saat proses pembelajaran sudah berakhir, dan tidak ada aktivitas guru ataupun siswa. 

"Estimasi kejadian menjelang maghrib, proses pembelajaran sudah selesai - ekstrakurikuler juga seperti itu (sudah selesai)," ujarnya. 

Zamroni mengungkapkan ruangan yang terbakar adalah ruang tata usaha, ruang kepala sekolah dan ruangan bekas musholla yang lama sudah tidak difungsikan dan dalam posisi kosong. "Untuk penyebab masih kita cari. Apa yang menjadi penyebab terjadinya kebakaran," tambahnya. 

Zamroni menambahkan, pihaknya yakin kebakaran ini tidak menggangu proses belajar karena api tidak sampai mengenai ruang guru ataupun ruang belajar siswa. Begitu juga dengan proses penerimaan siswa baru juga tidak terganggu. 

Zamroni menuturkan setelah ini pihaknya akan melakukan inventarisasi dokumen administrasi. Ia mengungkapkan dokumen seperti buku induk sangat penting untuk diselamatkan mengingat terdapat data-data penting seperti nilai dan data alumni. 

"Dan alhamdulillah berdasarkan laporan Kepala Madrasah, buku Induk itu diamankan di etalase kaca, bukan dari kayu. Saya berharap buku Induk nanti bisa terselamatkan. Selain itu, mulai tahun 2017 kita juga sudah melakukan proses digitalisasi buku induk," pungkasnya. (*)

Editor: Danu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow