Jelang Ramadan, Naiknya Harga Cabai di Blitar Mulai Tak Terkendali
Fluktuasi harga terjadi secara harian dengan kenaikan yang tidak wajar, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000 setiap harinya.
KOTA BLITAR, SJP — Tekanan inflasi pada komoditas pangan mulai menghantui konsumen di Kota Blitar menjelang momentum Ramadan 2026.
Harga cabai rawit di pasar tradisional dilaporkan mengalami lonjakan ekstrem hingga menyentuh angka Rp72.000 per kilogram pada Rabu (4/2/2026).
Angka ini menunjukkan kenaikan hampir tiga kali lipat atau sekitar 188 persen dibandingkan harga pekan sebelumnya yang masih bertengger di kisaran Rp25.000.
Fenomena pedasnya harga cabai ini terpantau di Pasar Legi, Kota Blitar. Sujiati (52), salah seorang pedagang, mengungkapkan bahwa fluktuasi harga terjadi secara harian dengan kenaikan yang tidak wajar, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000 setiap harinya.
"Kenaikannya sangat progresif. Dari Rp25 ribu, melonjak ke Rp40 ribu, Rp50 ribu, hingga hari ini menembus Rp72 ribu per kilogram," ungkap Sujiati.
Krisis pasokan ditengarai menjadi pemicu utama ambruknya stabilitas harga cabai. Cuaca ekstrem berupa hujan intensitas tinggi disertai angin kencang di tingkat petani memicu kegagalan panen massal, yang secara otomatis memangkas volume distribusi ke pasar-pasar induk.
Kondisi ini diperparah dengan meningkatnya permintaan pasar menjelang bulan suci Ramadan, yang secara teori ekonomi selalu diikuti oleh kenaikan harga komoditas pokok lainnya.
Tidak hanya cabai rawit segar, harga cabai merah besar juga terkerek naik dari Rp16.000 menjadi Rp25.000 per kilogram.
Sebagai imbasnya, konsumen mulai beralih ke cabai rawit kering yang dibanderol lebih murah, yakni Rp50.000 per kilogram. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

