Harga Elpiji Nonsubsidi di Kota Blitar Melonjak Tajam
Di sejumlah pangkalan, elpiji 12 kilogram kini dibanderol hingga Rp235.000 per tabung, naik dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp200.000. Sementara itu, elpiji 5 kilogram turut mengalami kenaikan dari Rp100.000 menjadi Rp117.000.
KOTA BLITAR, SJP — Kenaikan harga elpiji nonsubsidi kembali memaksa warga Kota Blitar mengalokasikan anggaran lebih besar untuk kebutuhan bahan bakar.
Memasuki April 2026, harga tabung ukuran 12 kilogram dan 5 kilogram mengalami lonjakan signifikan, terutama di tingkat pangkalan.
Di sejumlah pangkalan, elpiji 12 kilogram kini dibanderol hingga Rp235.000 per tabung, naik dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp200.000. Sementara itu, elpiji 5 kilogram turut mengalami kenaikan dari Rp100.000 menjadi Rp117.000.
Pemilik pangkalan di Jalan Dr. Wahidin, Kota Blitar, Asih, mengungkapkan bahwa kenaikan ini mulai terjadi sejak akhir pekan lalu. Ia menyebut lonjakan periode ini merupakan yang tertinggi dibandingkan kenaikan-kenaikan sebelumnya.
"Biasanya naik, tapi tidak setinggi ini. Sekarang langsung melonjak," ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Menurut Asih, sebelum penyesuaian harga, pasokan elpiji 12 kilogram sempat tersendat. Stok di pangkalannya bahkan sempat kosong selama beberapa hari, kondisi yang diduga menjadi salah satu pemicu kenaikan harga di pasar.
"Biasanya saya mendapat 20 sampai 30 tabung per minggu. Kemarin sempat kosong, setelah itu harga langsung naik," katanya.
Berbeda dengan elpiji nonsubsidi, harga elpiji 3 kilogram terpantau tetap stabil pada angka Rp18.000. Jalur distribusinya juga relatif lancar tanpa kendala berarti.
"Yang 3 kilogram aman, kiriman lancar dan tidak ada kenaikan," tambahnya.
Kenaikan harga elpiji ini disinyalir sejalan dengan naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok lain pasca-Lebaran, terutama produk dengan kemasan plastik. Sebagai contoh, harga air mineral mengalami kenaikan sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000 per karton.
Sementara itu, Manajer PT Petro Jaya Gas, Rahadian Eka Priyanto, membenarkan adanya penyesuaian harga di tingkat agen. Ia memerinci harga elpiji 12 kilogram di tingkat agen kini mencapai Rp228.000 dari sebelumnya Rp192.000. Adapun elpiji 5 kilogram naik dari Rp98.000 menjadi Rp107.000.
"Untuk distribusi, rata-rata kami menyalurkan sekitar 250 tabung per hari," jelasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

