Spesialis Bobol Toko Lintas Provinsi Dibekuk, Resmob Macan Agung Polres Tulungagung Tembak Kaki Dua Pelaku
Kedua terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial IJB (37), warga Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, dan SB (39), warga Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Untuk menangkap keduanya, Tim Resmob Macan Agung melakukan perburuan selama sekitar satu pekan.
TULUNGAGUNG, SJP - Tim Resmob Macan Agung Satreskrim Polres Tulungagung berhasil membekuk dua terduga pelaku spesialis pembobolan toko lintas provinsi yang selama ini beraksi di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kedua pelaku diduga telah melakukan aksi pencurian pemberatan di sedikitnya lima lokasi berbeda.
Kedua terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial IJB (37), warga Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, dan SB (39), warga Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Untuk menangkap keduanya, Tim Resmob Macan Agung melakukan perburuan selama sekitar satu pekan.
Kasatreskrim Polres Tulungagung, Iptu Andi Wiranata Tamba, mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan pencurian pemberatan yang terjadi di sebuah toko bahan bangunan di wilayah Kecamatan Ngantru.
“Kami menginformasikan bahwasanya Tim Resmob Macan Agung Satreskrim Polres Tulungagung, telah mengamankan dua terduga pelaku hasil pencurian pemberatan di salah satu toko usaha bahan bangunan di wilayah Ngantru,” ujar Ipru Andi, Jumat (12/6/2026).
Kasatreskrim menjelaskan, peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Senin, 4 Mei 2026, sekitar pukul 05.00 WIB. Setelah menerima laporan, polisi melakukan serangkaian penyelidikan hingga memperoleh petunjuk bahwa para pelaku berada di wilayah Jawa Tengah.
Berbekal informasi tersebut, Satreskrim Polres Tulungagung kemudian berkoordinasi dengan jajaran kepolisian di Jawa Tengah, termasuk Polda Jawa Tengah, Polres Pekalongan dan Polres Batang untuk melakukan pengejaran.
“Setelah kami lakukan serangkaian penyelidikan, kami mendapatkan informasi bahwa terduga pelaku berada di wilayah Jawa Tengah. Sehingga kami berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah serta Polres jajaran sehingga kedua terduga pelaku berhasil kami amankan,” jelasnya.
Penangkapan dilakukan di dua lokasi berbeda. Satu pelaku diamankan di wilayah Pekalongan, sedangkan pelaku lainnya ditangkap di Kabupaten Batang. Keduanya kemudian dibawa ke Tulungagung pada Jumat (12/6/2026) pagi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam proses penangkapan dan pengembangan kasus, petugas terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur berupa tembakan pada kaki masing-masing terduga pelaku karena diduga berupaya melawan dan membahayakan petugas.
Dari hasil pemeriksaan sementara, komplotan ini diketahui memiliki modus operandi dengan menyasar toko-toko yang dinilai memiliki peluang besar untuk dibobol. Mereka beraksi dengan cara mencongkel pintu menggunakan linggis sebelum menguras barang-barang di dalamnya.
“Modusnya melakukan pencurian dengan cara mencongkel pintu menggunakan linggis. Mereka menggunakan kendaraan seperti Toyota Innova, Hiace maupun Toyota Fortuner untuk mendukung aksinya,” ungkap Iptu Andi.
Menurutnya, sasaran para pelaku tergolong acak dan tidak terbatas pada satu jenis usaha tertentu. Mereka memilih lokasi berdasarkan situasi dan peluang yang dianggap aman untuk melakukan pencurian.
“Barang yang diambil bermacam-macam. Ada toko kosmetik, toko kecantikan, toko bangunan hingga tempat penyimpanan gabah atau padi. Jadi sasarannya acak,” katanya.
Polisi juga mengungkap bahwa kedua pelaku merupakan spesialis pencurian lintas daerah yang beroperasi dari luar kota hingga lintas provinsi. Berdasarkan informasi yang dihimpun penyidik, komplotan tersebut diduga terlibat dalam sejumlah aksi pencurian di berbagai wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.
“Yang kami amankan ini memang spesialis pencurian pemberatan lintas kota, lintas kabupaten bahkan lintas provinsi. Dari informasi beberapa polres jajaran, ada lebih dari lima tempat kejadian perkara yang diduga berkaitan dengan kelompok ini,” ujar Iptu Andi.
Meski demikian, polisi masih terus melakukan pendalaman terkait kemungkinan keterlibatan pelaku dalam kasus pencurian lainnya, termasuk dugaan adanya anggota komplotan lain yang belum tertangkap.
“Kami masih melakukan pendalaman dan akan menggelar perkara untuk memastikan keterlibatan mereka di sejumlah TKP lainnya, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain dalam jaringan ini,” pungkasnya.
Saat ini kedua terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Tulungagung. Polisi juga terus mengembangkan kasus tersebut guna mengungkap seluruh jaringan dan rangkaian aksi pencurian yang diduga dilakukan komplotan tersebut di berbagai daerah. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

