Si Jago Merah Mengamuk di MTSN 1 Kota Kediri, Ini Ruangan yang Jadi Korban

Zamroni mengungkapkan ruangan yang terbakar adalah ruang tata usaha, ruang kepala sekolah dan ruangan bekas musholla yang lama sudah tidak difungsikan dan dalam posisi kosong. "Untuk penyebab masih kita cari. Apa yang menjadi penyebab terjadinya kebakaran," tambahnya.

12 Jun 2026 - 21:29
Si Jago Merah Mengamuk di MTSN 1 Kota Kediri, Ini Ruangan yang Jadi Korban
Petugas saat melakukan pemadaman di MTSN 1 Kota Kediri ( foto : Putra)

KOTA KEDIRI, SJP - Api melalap bangunan MTsN 1 Kota Kediri, Jumat, (12/6/2026) petang. Menurut warga sekitar api mulai terlihat sekitar pukul 18.00 dari bangunan sekolah yang berlokasi di Jalan Raung, Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri tersebut. 

Enam armada pemadam kebakaran diterjunkan untuk menaklukkan api, termasuk 2 armada bantuan dari Damkar Kabupaten Kediri. Saat proses pemadaman api, di wilayah sekitar sekolah juga sempat dilakukan pemadaman listrik. 

“Kita menerjunkan empat unit dan dibantu unit dari Kabupaten Kediri, baik dari Ngadiluwih maupun Grogol," ujar Kasatpol PP Kota Kediri Paulus Budi Luhur.  

Api sendiri berhasil dijinakkan pada sekitar pukul 19.00, namun petugas tetap melakukan pembasahan di ruangan yang terbakar untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

"Saat ini sudah dilakukan pembasahan,” tambahnya. 

Sampai sekitar pukul 20.00 proses pembahasan terus dilakukan petugas, sementara itu tidak ada laporan terkait korban jiwa dalam kejadian tersebut. 

Kepala Kemenag Kota Kediri Ahmad Zamroni mengungkapkan peristiwa kebakaran itu terjadi saat proses pembelajaran sudah berakhir, dan tidak ada aktivitas guru ataupun siswa. 

"Estimasi kejadian menjelang maghrib, proses pembelajaran sudah selesai, ekstrakurikuler juga seperti itu (sudah selesai)," ujarnya. 

Zamroni mengungkapkan ruangan yang terbakar adalah ruang tata usaha, ruang kepala sekolah dan ruangan bekas musholla yang lama sudah tidak difungsikan dan dalam posisi kosong.

"Untuk penyebab masih kita cari. Apa yang menjadi penyebab terjadinya kebakaran," tambahnya. 

Zamroni menambahkan, pihaknya yakin kebakaran ini tidak menggangu proses belajar karena api tidak sampai mengenai ruang guru ataupun ruang belajar siswa. Begitu juga dengan proses penerimaan siswa baru juga tidak terganggu. 

Setelah ini pihaknya akan melakukan inventarisasi dokumen administrasi. Ia mengungkapkan dokumen seperti buku induk sangat penting untuk diselamatkan mengingat terdapat data-data penting seperti nilai dan data alumni. 

"Dan Alhamdulillah berdasarkan laporan Kepala Madrasah, buku Induk itu diamankan di etalase kaca, bukan dari kayu. Saya berharap buku Induk nanti bisa terselamatkan. Selain itu, mulai tahun 2017 kita juga sudah melakukan proses digitalisasi buku induk," pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow