Antisipasi Risiko Kebakaran di Rumah Sakit, Damkar Bondowoso Latih Pegawai RSUD Koesnadi

Melalui kegiatan tersebut, Damkar Bondowoso berharap seluruh pegawai RSUD dr. Koesnadi semakin siap menghadapi kondisi darurat dan mampu menjadi garda terdepan dalam melakukan penanganan awal sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian

12 Jun 2026 - 22:59
Antisipasi Risiko Kebakaran di Rumah Sakit, Damkar Bondowoso Latih Pegawai RSUD Koesnadi
Petugas Damkar saat memberikan materi cara memadamkan api menggunakan APAR (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Risiko kebakaran di lingkungan rumah sakit menjadi perhatian serius karena dapat mengancam keselamatan pasien, tenaga medis, hingga aset pelayanan kesehatan. Sebagai fasilitas publik dengan aktivitas tinggi dan penggunaan berbagai peralatan listrik maupun bahan pendukung medis, rumah sakit dituntut memiliki kesiapsiagaan yang baik dalam menghadapi potensi kebakaran.

Kesadaran akan pentingnya mitigasi bencana tersebut mendorong Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bondowoso untuk terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia di berbagai instansi. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan penanganan kebakaran yang digelar di RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, Jumat (12/6/2026).

Pelatihan ini tidak hanya membekali peserta dengan pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis dalam menghadapi situasi darurat kebakaran. Mulai dari penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), penanganan kebocoran gas, hingga pemanfaatan sistem proteksi kebakaran gedung menjadi bagian penting dalam materi yang diberikan.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti oleh jajaran pegawai RSUD dr. Koesnadi Bondowoso. Acara diawali dengan sambutan Direktur Keuangan RSUD dr. Koesnadi, dr. Lukman Hakim, dilanjutkan sambutan dari Bidang Pemadam Kebakaran sebelum memasuki sesi pemaparan materi dan praktik lapangan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bondowoso, Aries Agung Sungkowo melalui Plt Kabid Damkar, Martanto, menjelaskan, pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur rumah sakit dalam menghadapi potensi kebakaran.

"Rumah sakit merupakan objek vital yang memiliki tingkat risiko tersendiri. Karena itu seluruh petugas perlu memahami langkah-langkah pencegahan dan penanganan awal apabila terjadi kebakaran agar dapat meminimalkan dampak yang ditimbulkan," ujar Martanto.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan sejumlah materi, di antaranya penggunaan APAR, teknik pemadaman kebakaran secara tradisional menggunakan karung goni basah, penanganan kebocoran gas, serta Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG).

"Selain teori, peserta juga mengikuti praktik langsung pemadaman api menggunakan APAR jenis CO2, simulasi penanganan kebocoran gas, serta penggunaan fasilitas proteksi kebakaran gedung seperti box hydrant dan siamese connection," ucapnya.

Menurut Martanto, penguasaan keterampilan dasar tersebut sangat penting karena tindakan cepat pada tahap awal kebakaran sering kali menjadi faktor penentu dalam mencegah meluasnya api.

"Harapannya seluruh peserta memahami fungsi dan cara penggunaan APAR, mampu melakukan pemadaman awal secara mandiri, mengetahui prosedur penanganan kebocoran gas, serta memahami penggunaan hydrant dan sistem keselamatan kebakaran gedung yang tersedia di lingkungan rumah sakit," katanya.

Ia menambahkan, edukasi dan pelatihan secara berkala perlu terus dilakukan untuk membangun budaya keselamatan di lingkungan kerja. Dengan kesiapsiagaan yang baik, risiko korban jiwa maupun kerugian material akibat kebakaran dapat ditekan semaksimal mungkin.

Melalui kegiatan tersebut, Damkar Bondowoso berharap seluruh pegawai RSUD dr. Koesnadi semakin siap menghadapi kondisi darurat dan mampu menjadi garda terdepan dalam melakukan penanganan awal sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian.(*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow