Wakil Wali Kota Batu Antisipasi Lonjakan Sampah pada Nataru 2026

Dengan kesiapan sarana, prasarana, serta koordinasi lintas perangkat daerah, Heli optimistis pengelolaan sampah selama Nataru 2026 dapat berjalan terkendali. Ia pun mengajak masyarakat dan wisatawan untuk ikut berperan aktif menjaga kebersihan selama berkunjung ke Kota Batu.

24 Dec 2025 - 19:05
Wakil Wali Kota Batu Antisipasi Lonjakan Sampah pada Nataru 2026
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto saat sidak di TPA Tlekung (Ist/Prokopim/SJP)

KOTA BATU, SJP – Pemerintah Kota Batu memastikan kesiapan penuh dalam mengantisipasi lonjakan volume sampah selama libur Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menegaskan, pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah guna menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus kebersihan kota.

Diwawancarai pada Rabu (24/12/2025) ia menegaskan Kota Batu sebagai daerah tujuan wisata tidak bisa menghindari peningkatan produksi sampah saat musim liburan. Berdasarkan proyeksi Dinas Lingkungan Hidup (DLH), volume sampah harian selama Nataru diperkirakan bisa mencapai sekitar 140 ton per hari, meningkat tajam dibanding hari normal.

“Lonjakan wisatawan pasti berbanding lurus dengan peningkatan sampah. Karena itu, kami memastikan seluruh sistem pengelolaan berjalan optimal, mulai dari hulu hingga hilir,” ujarnya. 

Ia menjelaskan, Pemkot Batu telah menyiapkan berbagai langkah strategis, salah satunya dengan memaksimalkan operasional insinerator di TPA Tlekung, serta fasilitas pengolahan sampah di tingkat TPS3R. Saat ini, kapasitas pengolahan melalui insinerator mencapai puluhan ton per hari dan akan dioptimalkan selama periode libur panjang.

Selain itu, penguatan pengolahan sampah organik juga menjadi perhatian serius. Heli menilai pembangunan big composter tahap dua dan pengoperasian rumah-rumah kompos di desa dan kelurahan sebagai langkah penting untuk mengurangi beban TPA.

“Sekitar 60 persen sampah kita adalah organik. Kalau bisa diolah sejak dari sumbernya, itu sangat membantu mengendalikan penumpukan di TPA,” tegasnya.

Heli juga menekankan peran penting petugas kebersihan di lapangan. Menurutnya, pasukan kuning merupakan garda terdepan dalam menjaga wajah Kota Batu tetap bersih di tengah lonjakan aktivitas wisata.

“Kami pastikan petugas didukung dengan pelatihan, peralatan, dan sistem kerja yang memungkinkan sampah langsung diproses di hari yang sama,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow