Wajib Dikawal, Eri Cahyadi Siapkan Deretan Proyek Strategis untuk Surabaya di 2025
Penggabungan Jalur Lingkar Luar Barat dan Timur, underpass Taman Pelangi, hingga RSUD baru menjadi langkah besar Surabaya menuju kota dunia yang modern dan berkelanjutan.
SURABAYA, SJP - Rumah Sakit Eka Candrarini (RSEC) di kawasan Rungkut, yang mulai beroperasi pada Rabu (18/12/2024), menjadi awal dari deretan proyek besar yang disiapkan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, untuk tahun 2025.
Eri Cahyadi, yang baru saja terpilih kembali bersama wakilnya Armuji untuk memimpin Surabaya hingga 2029, memaparkan berbagai rencana strategis guna mewujudkan visinya menjadikan Surabaya sebagai kota dunia yang maju, humanis, dan berkelanjutan.
Rencana Strategis Surabaya 2025
1. Penggabungan Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB) dan Jalur Lingkar Luar Timur (JLLT)
Proyek ambisius ini dirancang untuk meningkatkan konektivitas dan mobilitas di Surabaya. Menurut Eri, penggabungan kedua jalur ini tidak hanya memudahkan transportasi tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dengan membuka akses ke kawasan-kawasan potensial.
"Kota Surabaya akan menggabungkan JLLB dan JLLT, proyek ini adalah bagaimana mengembangkan pembangunan jalan baru dengan yang sudah ada," terang Eri, saat dikonfirmasi pada Jumat (20/12/2024).
2. Underpass Taman Pelangi
Untuk mengurai kemacetan di pusat kota, Pemkot Surabaya akan membangun underpass di kawasan Taman Pelangi. Proyek ini diharapkan menjadi solusi transportasi modern yang memperlancar mobilitas sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga kota.
3. Pembangunan Infrastruktur Jalan di Wiyung-Menganti
Peningkatan konektivitas di wilayah barat Surabaya juga menjadi perhatian utama. Pembangunan jalan baru di kawasan Wiyung hingga Menganti diharapkan dapat membuka potensi ekonomi baru di kawasan tersebut.
"Jalan ini penting, karena apabila infrastruktur berjalan nyaman dan aman, tentu ekonomi juga akan lancar," sebut Eri.
4. Pengembangan Surabaya Expo Center (SBEC)
Eks THR-TRS akan disulap menjadi kawasan multifungsi dengan konsep Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE). Kawasan ini akan menjadi pusat aktivitas ekonomi dan wisata baru di Surabaya, mendukung pertumbuhan sektor jasa dan pariwisata.
5. Revitalisasi Kota Lama
Menghidupkan kembali kawasan Kota Lama dengan pendekatan seperti yang diterapkan di Jalan Tunjungan, Pemkot Surabaya berencana menyediakan ruang bagi masyarakat untuk berwirausaha, terutama di sektor kuliner dan kreatif.
"Kawasan Kota Lama juga akan dikembangkan. Saya berharap bisa membangun seperti Jalan Tunjungan, dimana semua cafe bergerak. Pemkot menyediakan tempat dan masyarakat bisa menjadi penggeraknya," paparnya.
6. Pembangunan Dua Rumah Sakit Umum Daerah Baru
Usai meresmikan RSEC yang berlokasi di Surabaya Timur, Eri sempat menyinggung akan membangun RSUD baru di wilayah Surabaya Selatan dan Utara. Langkah ini diambil untuk mengatasi overload pasien di RSUD dr. Soewandhie dan memastikan seluruh warga mendapatkan layanan kesehatan yang merata.
Eri menargetkan investasi di Surabaya mencapai Rp 40 triliun pada 2025, dengan sebagian besar proyek ini melibatkan kolaborasi dengan investor.
“Kami tidak bisa hanya mengandalkan APBD, perlu kerja sama dengan sektor swasta untuk mewujudkan visi kami menjadikan Surabaya sebagai kota dunia yang maju dan humanis,” tukas Eri. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

