UTBK-SNBT 2026, UB Perketat Pengawasan dengan Alat Deteksi Anti Joki

Universitas Brawijaya memperketat pengawasan UTBK-SNBT 2026 dengan penggunaan alat deteksi dan verifikasi ketat guna mencegah kecurangan, termasuk praktik joki.

22 Apr 2026 - 10:55
UTBK-SNBT 2026, UB Perketat Pengawasan dengan Alat Deteksi Anti Joki
Cegah Kecurangan UTBK 2026, UB Tambah Senter dan Metal Detektor. (Foto: Prasetya UB)

MALANG, SJP – Universitas Brawijaya (UB) memperketat system pengawasan dalam pelaksanaan ujian tulis berbasis computer- Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) Tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk mencegah praktik kecurangan, termasuk penggunaan joki selama ujian berlangsung mulai 21 April 2026 hingga 26 April 2026.

Koordinator Tim Distributor UTBK Dyta Nor Wina Sari menyampaikan bahwa UB telah menyiapkan berbagai alat pendeteksi untuk mengantisipasi potensi kecuranga, baik dari peserta maupun pihak lain yang mencoba menyamar sebagai peserta.

Ia menjelaskan, setiap tahun pihaknya terus melakukan inovasi dalam system pengawasan. Pada tahun ini, UB mendistribusikan sebanyak 134 buah senter dan 67 unit metal detector ke berbagai titik lokasi ujian.

"Tahun ini, kami menambahkan alat senter untuk mengantisipasi kecurangan melalui earphone, serta menyediakan berita acara kecurangan," kata Dyta Nor Wina Sari kepada wartawan, Selasa (21/4/2028).

Selain penggunaan alat, pengawasan juga difokuskan pada potensi penggunaan joki. Pengawas diminta lebih teliti dalam mencocokkan identitas peserta, baik melalui dokumen maupun kesesuaian wajah dengan foto pada absensi.

"Untuk kecurangan melalui joki pun tidak luput dari pengawasan. Pengawas diminta lebih teliti saat mengecek dokumen dan wajah peserta, serta menyamakan wajah peserta dengan foto yang tertera di absensi," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Imam Santoso memastikan seluruh aspek teknis pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 telah dipersiapkan secara matang.

Ia menyebutkan bahwa infrastruktur pendukung seperti komputer, laptop, jaringan internet, CCTV, metal detector, hingga UPS dan genset telah tersedia di setiap lokasi ujian guna mengantisipasi gangguan teknis, termasuk pemadaman listrik.

"Seluruh infrastruktur kebutuhuan UTBK -SNBT semuanya siap, sehingga peserta dapat mengikuti ujian dengan aman, nyaman, dan tanpa hambatan teknis yang berarti," lanjutnya.

Imam Santoso juga menambahkan bahwa seluruh sistem jaringan dan perangkat komputer telah melalui uji coba berkala untuk memastikan stabilitas saat digunakan oleh ribuan peserta secara bersamaan.

Dalam pelaksanaannya, UB mengerahkan 455 sumber daya manusia (SDM) yang terdiri dari pengawas, teknisi ruang, Penanggung Jawab Lokasi (PJL), Penanggung Jawab Teknologi Informasi (PJTI), serta admin TI.

"Sistem pengawasan dalam pelaksanaan UTBK tahun ini diperketat dibandingkan tahun sebelumnya dengan mengombinasikan pengawasan langsung oleh petugas di lapangan dan dukungan teknologi. Selain itu, sembilan tim monitoring dan evaluasi (monev) juga diterjunkan untuk memantau jalannya ujian secara menyeluruh guna meminimalkan potensi kecurangan," terangnya.

Koordinator Pelaksana UTBK UB Arif Hidayat menambahkan bahwa verifikasi identitas peserta menjadi perhatian utama, khususnya bagi peserta penyandang disabilitas.

"Kami menekankan pentingnya ketelitian pengawas dalam memverifikasi identitas peserta, khususnya bagi peserta disabilitas, karena mereka memiliki kebutuhan dan mekanisme pelaksanaan ujian yang berbeda, sehingga pengawas harus benar-benar memahami karakteristik masing-masing peserta agar pelayanan yang diberikan tetap sesuai prosedur sekaligus menjunjung prinsip inklusivitas," tutupnya.

Pada pelaksanaan tahun ini, UTBK di UB diikuti oleh 13 peserta difabel yang terdiri dari enam tunarungu, tiga tunadaksa, dan empat tunanetra. Universitas juga menyediakan fasilitas khusus, mulai dari akses ruang ujian ramah disabilitas hingga pendamping khusus.

Jumlah peminat UB melalui jalur SNBT tahun 2026 tercatat mencapai 66.412 orang. Rinciannya, 37.575 memilih pada pilihan pertama, 30.199 pada pilihan kedua, 7.123 pada pilihan ketiga, dan 7.716 pada pilihan keempat.

Dari total tersebut, hanya tersedia 5.793 kursi yang diperebutkan, menunjukkan tingginya tingkat persaingan untuk dapat diterima di Universitas Brawijaya.

Sumber: Beritasatu.com 

Penulis: Rainila otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow