Himpunan Mahasiswa Sejarah Universitas Negeri Malang (UM) Gelar Seminar Nasional: Angkat Tema Peradaban Hindu Buddha

Semnas dan Call For Papper ini dihadiri oleh 3 pemateri yaitu Asisi Suhariyanto (pendiri Asisi Channel), Dr Ismail Lutfi (Lektor Kepala dosen sejarah UM) dan Wicaksono (Arkeovlog BPCB).

07 May 2024 - 22:00
Himpunan Mahasiswa Sejarah Universitas Negeri Malang (UM) Gelar Seminar Nasional: Angkat Tema Peradaban Hindu Buddha
Mengangkat tajuk  tajuk

Kota Malang, SJP - Seminar Nasional dan Call For Papper 2024 kembali diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Sejarah UM

Kali ini, acara dilaksanakan pada Selasa, (7/5/2024) bertempat di Aula Ki Hajar Dewantara FIS UM. 

Acara ini mengangkat tajuk "Peradaban Masa Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Karya Seni dan Kearifan Lokal".

"Acara ini bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang karya seni dan kearifan lokal yang ada pada masa (Kerajaan) Hindu Buddha di Indonesia kepada mahasiswa sejarah dan khalayak umum (peminat sejarah) serta memanggil artikel hasil penelitian pemakalah yang menulis mengenai Peninggalan Hindu Buddha di Indonesia," ujar Ketua HMD Sejarah UM, Ihsan kepada Suarajatimpost.com

Sebagai informasi, Semnas dan Call For Papper ini dihadiri oleh 3 pemateri yaitu Asisi Suhariyanto (pendiri Asisi Channel), Dr Ismail Lutfi (Lektor Kepala dosen sejarah UM) dan Wicaksono (Arkeovlog BPCB).

Setelah Pemaparan materi juga diumumkan presentasi karya terbaik pilihan oleh Dosen UM, Arif Subekti.

Tiga artikel terpilih tersebut diantaranya:

  1. Muhammad Reza Satria: “Kajian Gaya Berbusana Masyarakat Jawa Kuno Pada Relief Candi Rimbi Abad 14 M.”
  2. Ashar Murdihastomo: “Arca Garuda dan Pentirtaan: Sebuah Interpretasi Awal.”
  3. Nur Elfianita Susanti: “Tinjauan Sejarah Kumpulan Artefak Museum Mpu Purwa yang Berasal dari Kelurahan Ketawanggede: Korelasinya dengan Situs Watu Gong Ketawanggede dan Prasasti Wurandungan.”

Acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan oleh panitia dan foto bersama.

"Semnas kali ini mengambil tema peradaban masa kerajaan Hindu Budha di Indonesia untuk karya seni adalah cara yang bagus untuk menghormati warisan budaya lokal. Ini memungkinkan kita untuk memahami dan menghargai kekayaan sejarah dan kearifan yang telah ada sejak zaman kuno. Selain itu, hal ini juga dapat menginspirasi bagi para mahasiswa sejarah dan sejarawan untuk meneliti dan melestarikan karya-karya peninggalan kerajaan Hindu Buddha," lanjut Ihsan.

Ketua panitia pelaksana juga turut mengutarakan tujuan serta harapan diadakannya acara ini.

"Harapannya seminar ini dapat meningkatkan pemahaman dan minat masyarakat terhadap peninggalan sejarah terutama peradaban Hindu Buddha di Indonesia serta kearifan lokal yang terkait. Semoga seminar ini juga mendorong kolaborasi antara para konten kreator, ahli sejarah, dan budayawan untuk lebih menggali dan mempromosikan warisan budaya ini melalui karya seni dan kegiatan budaya lainnya," tandas ketua panitia, Zihni. (0)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow