Gunung Semeru Kembali Erupsi, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi

Gunung Semeru kembali erupsi pada 22 April 2026 dengan aktivitas vulkanik masih tinggi. Status masih Level III (Siaga) dan masyarakat diminta waspada terhadap potensi bahaya.

22 Apr 2026 - 09:37
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi
Gunung Semeru saat mengalami erupsi pada 22 April 2026 yang terekam oleh PVMBG. (MAGMA Indonesia)

SUARAJATIMPOST.COM - Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Rabu (22/4/2026) pukul 08.41 WIB.

Peristiwa ini dilaporkan oleh petugas pengamatan gunung api setempat, Yuda Prinardita Pura, A.Md., sebagai bagian dari pemantauan rutin aktivitas vulkanik.

Dalam laporan tersebut, tinggi kolom abu tidak dapat teramati secara visual. Meski demikian, aktivitas erupsi terekam jelas melalui alat seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 22 mm dan durasi selama 334 detik. Data ini menunjukkan bahwa aktivitas internal gunung masih berlangsung cukup signifikan.

Hingga saat ini, Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, masih berstatus Level III (Siaga). Status ini menandakan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang berpotensi menimbulkan bahaya bagi masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana.

Rekomendasi Resmi untuk Masyarakat

Pihak berwenang mengeluarkan sejumlah imbauan penting guna mengurangi risiko dampak erupsi, di antaranya:

Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 km dari puncak.

Di luar radius tersebut, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 km dari puncak.

Aktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak juga dilarang karena berisiko terkena lontaran batu pijar.

Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang sungai yang berhulu di puncak Semeru.

Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Aktivitas Gunung Semeru yang masih fluktuatif menuntut masyarakat untuk selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah, khususnya dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Kepatuhan terhadap rekomendasi yang telah ditetapkan menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko bencana, mengingat potensi erupsi susulan dan aliran lahar masih dapat terjadi sewaktu-waktu.

Penulis: Febiana Dendo Ngara, Mahasiswa Magang Unitri

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow