Universitas Muhammadiyah Malang dan 172 Perguruan Muhammadiyah Gelar Deklarasi Dukung Palestina

Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik MSi mengatakan bahwa diskusi dan deklarasi ini mencoba memberikan berbagai perspektif akan tragedi kemanusiaan di Palestina

08 May 2024 - 07:45
Universitas Muhammadiyah Malang dan 172 Perguruan Muhammadiyah Gelar Deklarasi Dukung Palestina
Deklarasi dukung kemerdekaan Palestina dari sivitas akademika UMM (UMM/SJP)

Kota Malang, SJP - Sebagai bentuk dukungan penuh untuk Palestina, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar deklarasi dan diskusi konflik Palestina dengan Israel.

Ratusan sivitas akademika hadir dan memberikan dukungan berupa donasi, pemikiran, dan semangat agar Palestina dapat segera bebas.

Acara ini juga dilaksanakan serentak oleh 172 perguruan Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Indonesia dalam waktu yang sama.

Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik MSi mengatakan bahwa diskusi dan deklarasi ini mencoba memberikan berbagai perspektif akan tragedi kemanusiaan di Palestina.

Dukungan akan lebih bagus lagi jika memahami konsep dan hal yang sedang terjadi, apalagi Indonesia memang tidak mengamini kekerasan antar manusia.

Adapun Kampus Putih UMM juga telah mengambil berbagai sikap tegas dukungan untuk Palestina, misalnya dari segi finansial hingga kemanusiaan.

“Dengan menggelar diskusi dengan para pakar yang memahami sejarah akan memberikan penjelasan dan pencerahan. Bagaimana seharusnya bersikap dan melihat konflik Palestina dari berbagai perspektif. Sehingga bisa mendapatkan gambaran secara secara jelas,” ungkap Prof Nazarudin, Selasa (07/05).

Para pakar yang dimaksud ialah Pradana Boy ZTF PhD yang memberikan penjelasan menarik.

Menurutnya, meski Indonesia memiliki banyak ideologi keagamaan, namun konflik yang terjadi di Palestina benar-benar bisa menyatukan semua.

Sayangnya, dukungan besar ini tidak dibarengi dengan pemahaman konflik yang cukup. Berbagai upaya juga sudah dilakukan oleh masyarakat, termasuk dari sederet ormas yang ada.

“Misalnya saja Muhammadiyah yang sudah bantuan finansial ke Palestina sebesar Rp 45 miliar yang terkumpul melalui Lazismu,” ucap Boy. 

Termasuk juga memberikan pendidikan dan pelatihan bagi para pengungsi Palestina, hingga pemberdayaan ekonomi. Selain itu, adapula Nahdatul Ulama (NU) yang turut berkontribusi mendukung kebebasan Palestina. Misalnya saja dengan bantuan dana, dan dukungan narasi di media sosial.

Sementara itu, Haryo Prasodjo selaku pakar pemikiran politik Islam mengatakan bahwa konflik Palestina harus dilihat bukan hanya dari aspek agama saja.

"Namun juga pada sisi politik, militer, ekonomi dan lainnya. Apalagi ada juga aktor-aktor internasional yang berkecimpung. Siapa yang memasok rudal atau iron dome? Siapa yang diuntungkan dari konflik di tanah Palestina ini? Hal ini tentu sangat kompleks," ungkapnya.

Haryo juga memberikan sederet kunci keberhasilan agar Pelastina mendapatkan haknya dimulai dengan penguatan struktur internal pemerintahan Palestina.

Kemudian juga memotong dukungan pendanaan dan politik, misalnya dengan memboikot produk pendukung Israel.

Begitupun dengan dukungan solid dan konkret dari negara-negara muslim serta posisi Indonesia untuk memberikan bantuan kemanusiaan di sana.(0)

Editor: Tri Sukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow