Dari Mata hingga Jantung, Khasiat Luar Biasa Wortel Biofortifikasi Warna-warni
Wortel biofortifikasi berwarna oranye, ungu, dan merah menyimpan nutrisi kompleks provitamin A, karotenoid, hingga antosianin yang mampu menjaga penglihatan, kekebalan tubuh, serta kesehatan jantung.
SURABAYA, SJP - Selama ini wortel dikenal sebagai sayuran berwarna oranye dengan kandungan vitamin A yang baik untuk mata. Namun, perkembangan riset pangan menghadirkan fakta baru bahwa wortel ternyata tidak hanya satu warna.
Melalui proses biofortifikasi, kini tersedia varietas wortel dengan kombinasi oranye, ungu, hingga merah. Setiap warna membawa kandungan fitokimia yang berbeda, sekaligus manfaat kesehatan yang lebih luas bagi tubuh.
Prof. Sherry A. Tanumihardjo, Professor Department of Nutritional Sciences University of Wisconsin-Madison, mengungkapkan wortel jenis itu mengandung nutrisi kompleks, mulai provitamin A, karotenoid seperti likopen dan lutein, hingga antosianin.
Kandungan tersebut berperan penting, tidak hanya untuk menjaga penglihatan, tetapi juga bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh, hingga menyehatkan jantung.
"Wortel varietas baru ini bukan hanya sayuran biasa, tetapi juga sumber nutrisi kompleks yang dapat mendukung kesehatan penglihatan, kekebalan tubuh, hingga jantung," jelas Prof. Sherry, Jumat (26/9/2025).
Penjelasan tersebut ia sampaikan dalam Guest Lecture bertajuk “Wortel Warna-warni, Kesehatan yang Luar Biasa: Mengungkap Fitokimia untuk Ilmu Pangan, Kesehatan, dan Kuliner” yang diadakan oleh Food Technology Petra Christian University (PCU) bekerja sama dengan University of Wisconsin-Madison.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Sherry menekankan bahwa vitamin A dari sumber alami wortel akan memberi manfaat besar jika diolah dengan tepat, sementara itu, jika pengolahannya kurang tepat maka Vitamin A yang terkandung bisa hancur.
"Proses memasak itu langkah yang penting, jangan memasak wortel terlalu lama karena bisa menghancurkan Vitamin A," ujarnya.
Selain itu, Prof. Sherry menambahkan konsumsi minyak dalam jumlah cukup turut membantu penyerapan vitamin A.
"Contohnya konsumsi salad sayur bersama dressing oil," katanya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Food Technology PCU, Dr. Renny Indrawati, menegaskan bahwa kegiatan tersebut membuka wawasan baru bagi mahasiswa maupun publik tentang pentingnya memahami nutrisi dalam bahan pangan sehari-hari.
"Harapannya dari bahan sederhana ini bisa menjadi wawasan baru tentang solusi hidup sehat dengan bahan pangan dan pengolahan pangan yang tepat," tutur Dr. Renny.
Acara itu juga menjadi bentuk kolaborasi akademik lintas disiplin dengan melibatkan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi UK Petra, sekaligus menyoroti pentingnya pendekatan berkelanjutan dalam memerangi defisiensi vitamin A yang masih menjadi masalah di Indonesia. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

