Tragis, Lansia Berusia Satu Abad di Pagak Malang Tewas Dianiaya Pria Diduga ODGJ

Polisi dalami motif dan kondisi kejiwaan terduga pelaku.

08 Dec 2025 - 20:14
Tragis, Lansia Berusia Satu Abad di Pagak Malang Tewas Dianiaya Pria Diduga ODGJ
Petugas Polsek Pagak Malang melakukan olah TKP di rumah korban lansia di Desa Sumberejo, Pagak, usai ditemukan tewas dengan luka serius akibat penganiayaan. (Foto : Polsek Pagak for SJP)

MALANG, SJP – Seorang lansia inisial S berusia seratus tahun atau akrab, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, dikabarkan tewas setelah diduga dianiaya oleh F (64), pria yang menurut keterangan warga mengalami gangguan jiwa atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Peristiwa ini terjadi pada Minggu (8/12/2025) sekira pukul 17.30 WIB. 

Kapolsek Pagak Iptu Surdianto menerangkan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh Kepala Desa Sumberejo, Amsori, sudah dalam kondisi tak bernyawa. 

Tubuh korban tergeletak di dalam rumah dengan luka di wajah, perut, kedua lengan, dan kaki yang kuat dugaan akibat benda tumpul.

“Korban ditemukan di dalam rumah dengan kondisi bersimbah darah, dan warga yang mengetahui peristiwa itu kemudian mengamankan terduga pelaku yang juga mengalami luka pada wajah dan tangan akibat amukan massa,” ujarnya, Senin (8/12/2025).

Setelah laporan masuk, Polsek Pagak bersama Unit Reskrim dan Tim Identifikasi Polres Malang langsung mendatangi lokasi. 

Keluarga korban menolak proses autopsi dan memilih menerima kejadian ini sebagai musibah, mengingat terduga pelaku diketahui ODGJ. Jenazah kemudian dimakamkan tak lama setelah pemeriksaan luar selesai dilakukan.

Petugas menemukan kondisi rumah berantakan, bercak darah di beberapa titik, serta sejumlah barang berserakan. Sebatang kayu panjang sekitar satu meter yang diduga digunakan pelaku juga diamankan sebagai barang bukti.

Dalam pemeriksaan awal, terduga pelaku mengaku masuk ke rumah korban untuk menumpang tidur.

“Pelaku menyampaikan bahwa ia tidur di atas terpal di ruang samping, lalu tiba-tiba diguyur air dan dipukul tongkat oleh korban,” jelas Surdianto.

Keterangan itu menjadi awal mula dugaan motif yang memicu tindakan brutal tersebut.

“Karena emosi, pelaku mengambil potongan kayu bakar dan memukul korban di bagian wajah hingga terjatuh. Saat korban tergeletak, pelaku kembali memukul kedua kaki korban dan kemudian memukul bagian perut,” imbuhnya.

Pelaku kemudian tetap berada di dalam rumah dan bahkan berganti pakaian menggunakan milik korban.

Hingga kini, penyidik masih mendalami latar belakang pelaku, termasuk kondisi kejiwaan serta rekam jejak perilakunya. Polisi memastikan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan tetap berpegang pada asas praduga tak bersalah. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow