Pencarian Hari Kedua, Remaja Hilang Tenggelam di Sungai Bodeng Tulungagung Ditemukan Meninggal Dunia

Saat ditemukan, posisi tubuh korban berada setengah mengambang dengan kondisi berdiri di dalam air. Keberadaannya terdeteksi setelah rambut korban terlihat tersibak gelombang akibat pergerakan perahu tim SAR.

08 Dec 2025 - 19:59
Pencarian Hari Kedua, Remaja Hilang Tenggelam di Sungai Bodeng Tulungagung Ditemukan Meninggal Dunia
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah remaja korban tenggelam di Sungai Bodeng, Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Tulungagung. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Upaya pencarian terhadap remaja yang hilang akibat tenggelam di Sungai Bodeng, Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Tulungagung, akhirnya membuahkan hasil pada hari kedua operasi. Setelah hampir dua hari hilang, korban Mochamad Fahrurizal Al Hafish (12) ditemukan tim SAR dalam kondisi telah meninggal dunia.

Komandan Operasi SAR Basarnas, Fitra Atmakasanda, menyampaikan, korban berhasil dievakuasi pada Senin sore sekitar pukul 16.15 WIB. 

“Operasi pencarian hari ini hasilnya korban berhasil kita evakuasi dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 16.15 WIB,” ujarnya.

Jasad remaja berusia 12 tahun tersebut ditemukan oleh tim penyisir menggunakan perahu karet di tengah aliran sungai. Titik penemuan berada sekitar 300 meter dari lokasi awal korban dinyatakan hilang pada Minggu pagi. 

“Jarak sekitar 300 meter dari lokasi kejadian awal, ke arah hilir sungai,” tambah Fitra Atmakasanda.

Saat ditemukan, posisi tubuh korban berada setengah mengambang dengan kondisi berdiri di dalam air. Keberadaannya terdeteksi setelah rambut korban terlihat tersibak gelombang akibat pergerakan perahu tim SAR. Setelah proses evakuasi selesai, jenazah langsung dibawa ke RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk proses visum dan pemulasaraan.

Fitra menjelaskan bahwa proses pencarian berlangsung cukup sulit akibat kondisi sungai yang dipenuhi tanaman air. 

“Dalam proses pencarian kali ini banyak obstacle, Mas. Jadi karakter sungainya itu kanan-kirinya banyak tanaman enceng gondok,” tutur Fitra.

Penemuan ini sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang telah berlangsung intensif sejak Minggu pagi. Tim gabungan dari Basarnas, BPBD, Damkar Tulungagung , TNI-Polri, dan relawan dikerahkan ke beberapa sektor sungai untuk mempercepat proses penyisiran, baik melalui jalur air maupun darat.

Peristiwa tenggelamnya dua remaja ini sebelumnya terjadi ketika korban bersama temannya bermain di Sungai Bodeng menggunakan ban. Keduanya terseret arus hingga kemudian tenggelam. Korban pertama, Rangga Alifiandra Marcelino (11), ditemukan meninggal dunia sekitar 30 menit setelah kejadian.

Sementara itu, korban kedua, Mochamad Fahrurizal Al Hafish, sempat hilang selama lebih dari 24 jam sebelum akhirnya ditemukan pada Senin sore dalam kondisi tidak bernyawa. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow