Tragedi Ponpes Al-Khoziny: 5 Santri Tewas, 4 Sudah Teridentifikasi
Tragedi ambruknya musala Ponpes Al-Khoziny, Sidoarjo, menewaskan 5 santri. Empat korban sudah berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Jatim, sementara satu korban masih dalam pemeriksaan lanjutan.
SIDOARJO, SJP – Jumlah korban jiwa akibat runtuhnya musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, bertambah menjadi lima orang santri.
Hingga Rabu (1/10/2025), tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur telah berhasil mengidentifikasi empat jenazah, sementara satu korban lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.
Identitas terbaru yang dipastikan adalah Ravi Catur Okta Mulya Pamungkas (17), santri asal Jalan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya. Penetapan identitas dilakukan melalui pencocokan sidik jari, struktur gigi, data medis, serta barang-barang pribadi milik korban.
“Dengan metode primer sidik jari dan gigi yang didukung data medis dan kepemilikan barang, identitas korban bisa dipastikan,” jelas AKBP Adam dari Tim DVI Polda Jatim.
Adam menegaskan, dari lima korban meninggal, empat sudah dikenali dan telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Sementara satu jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi lebih rinci.
“Proses ini mengutamakan ketepatan. Jika tergesa-gesa justru bisa salah, sehingga kami lebih berhati-hati agar keluarga menerima jenazah yang benar,” ungkapnya.
Sebelumnya, tiga korban yang telah dimakamkan lebih dulu adalah Maulana Alfian Ibrahim, Mochamad Mashudulhaq, dan Muhammad Soleh. Dengan teridentifikasinya Ravi, kini tinggal satu korban lagi yang menunggu hasil identifikasi lanjutan.
Musibah ambruknya musala Ponpes Al-Khoziny meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan para santri. Tragedi ini juga menambah sorotan terhadap keselamatan bangunan di lingkungan pendidikan berbasis pesantren, yang kerap luput dari pengawasan teknis bangunan resmi. (**)
Editor: Rizqi Ardian
Sumber: Beritasatu.com
What's Your Reaction?

