Erupsi Lagi, Gunung Semeru Digoyang 83 Kali Gempa Letusan dan Guguran
Gunung Semeru di Lumajang kembali erupsi dengan kolom abu 600 meter, Kamis (2/10/2025). Dalam 24 jam, terdeteksi 83 kali gempa letusan dan guguran. PVMBG menetapkan status Waspada dan imbau masyarakat jaga jarak aman.
LUMAJANG, SJP – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, kembali meningkat. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengalami erupsi pada Kamis (2/10/2025) sekitar pukul 07.11 WIB, dengan kolom abu mencapai ketinggian 600 meter di atas puncak.
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 119 detik,” kata Sigit Rian Alfian, petugas Pos Pantau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Api Semeru.
Berdasarkan laporan periodik selama 24 jam terakhir, Gunung Semeru diguncang 83 kali gempa. Dari jumlah tersebut, 81 kali merupakan gempa letusan dengan amplitudo 11–22 milimeter dan durasi 59–193 detik. Sementara dua kali gempa guguran tercatat dengan amplitudo 3–4 milimeter dan durasi 42–93 detik.
Meski aktivitas vulkanik meningkat, belum ada laporan dampak signifikan terhadap pemukiman warga maupun infrastruktur sekitar lereng gunung.
PVMBG menetapkan status Gunung Semeru tetap berada pada Level II atau Waspada. Petugas meminta masyarakat dan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi zona bahaya yang telah ditetapkan.
Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, warga diminta menjauhi daerah aliran sungai (DAS) lahar dalam jarak 500 meter, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan.
“Masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak,” jelas Sigit.
Petugas juga mengingatkan bahaya sekunder seperti lontaran abu vulkanik dan banjir lahar yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah lereng Semeru. Aktivitas pemantauan terus dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi perubahan status gunung api. (**)
Editor : Rizqi Ardian
Sumber: Beritasatu.com
What's Your Reaction?

