Tradisi Rebo Wekasan di Gresik, Warga Gelar Arak-arakan Tumpeng Hingga Selawatan

Tradisi Rebo Wekasan disambut meriah warga Kabupaten Gresik. Berbagai macam kegiatan digelar mulai arak-arakan tumpeng hingga sholawatan.

19 Aug 2025 - 19:32
Tradisi Rebo Wekasan di Gresik, Warga Gelar Arak-arakan Tumpeng Hingga Selawatan
Suasana warga saat mengikuti tradisi Rebo Wekasan di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP — Tradisi Rebo Wekasan berlangsung meriah di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Ribuan warga antusias mengikuti arak-arakan tumpeng sejauh satu kilometer dari Balai Desa menuju Masjid Mambaut Thoat yang dipercaya sebagai peninggalan Sunan Giri.

Menariknya, tahun ini ada 2 tumpeng raksasa dengan tinggi lebih dari 1 meter yang berisi makanan hasil bumi diarak oleh lima organisasi dari perguruan silat.

Kepala Desa Suci, Ahmad Rizal, mengatakan, tak hanya ada arak-arakan tumpeng, tradisi yang hanya datang setahun sekali ini juga akan digelar berbagai acara seperti khotmil Qur'an, selametan, pembacaan rotib dan hadarh, pasar rakyat, salat malam, hingga selawatan.

Adapun tradisi Rebo Wekasan ini akan digelar selama empat hari mulai tanggal 17 - 20 Agustus 2025.

"Tradisi ini bertujuan agar masyarakat Desa Suci selalu dalam lindungan Allah SWT. Diberikan ketentraman, kerukunan dan kesejahteraan semuanya," kata Rizal, Selasa (19/8/2025).

Rizal menyampaikan, tradisi  Rebo Wekasan tidak hanya sebatas kegiatan ritual keagamaan. Namun pihak desa sengaja memadukan dengan beragam acara untuk memperkuat kebersamaan masyarakat.

Ia berharap, melalui kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat nilai kebersamaan dan menumbuhkan semangat masyarakat. 

Menurut dia, Rebo Wekasan merupakan tradisi turun temurun di Desa Suci yang harus dijaga. Pemerintah daerah juga sedang mengusulkan tradisi Rebo Wekasan di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik, ini sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

"Semoga tradisi ini bisa dijaga secara turun-temurun," jelasnya. 

Camat Manyar, Hendriawan Susilo, menambahkan tradisi Rebo Wekasan ini bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan memiliki nilai historis yang erat dengan perkembangan Islam di Gresik.

Hendriawan juga berharap, tradisi tahunan ini juga bisa berdampak positif terhadap perekonomian melalui bazar UMKM.

"Tradisi ini mengandung nilai budaya yang penting, apalagi di Desa Suci dan Kecamatan Manyar secara umum terdapat banyak peninggalan sejarah Islam awal. Kegiatan seperti ini tidak hanya menjaga budaya, tetapi juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan UMKM,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow